Sun. Oct 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Syarat Saja Belum Lengkap, FPI Ajak Diskusi Soal Khilafah

2 min read
FPI Ajak Diskusi Soal Khilafah

FPI Ajak Diskusi Soal Khilafah

Sharing is Caring

Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya ikut angkat bicara soal ajakan diskusi dari Front Pembela Islam (FPI) untuk membahas makna dari kata ‘khilafah’ yang dimaksud dalam AD/ART yang diajukan oleh FPI. Sebelumnya, pemerintah menegaskan seluruh ormas yang berdiri ditanah air harus berazazkan pada pancasila.

Berbeda dengan Moeldoko yang sebelumnya sempat mengatakan menolak ajakan diskusi dari FPI tersebut, kemendagri mengaku bersedia apabila diskusi itu diperlukan. Hanya saja FPI harus melengkali seluruh persyaratan yang masih belum lengkap.

“Sebenarnya kalau ini, FPI ini kan tinggal melengkapi persyaratan. Kalau ngobrol itu gampang. Tapi syaratnya dilengkapi dulu. Karena untuk dapat diperpanjang, ada persyaratan-persyaratan,” kata Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di gedung Kemendagri, seperti yanh dikutip dari Detik.com (8/8/2019)

Baca juga  Warga Tegal: Kami Menolak Kegiatan FPI, Kota Ini Sudah Aman & Damai

Oleh sebab itu, Kemendagri hanya meminta FPI untuk melengkapi berkas persyaratan yang diminta, agar diskusinya bisa dilakukan.

“Itu dilengkapi dulu. Setelah itu, baru ngobrol ya. Kita undang apa yang dimaksud dengan definisi apakah ‘khilafah’, apakah apa. Tapi kalau itu ndak dilengkapi kan tidak bisa ya. Tidak bisa,” imbuhnya. 

“Dan itu masih kurang lima, kaitannya dengan penanganan konflik ke dalam, internal, AD/ART yang belum tertandatangani. Jadi, kalau soal ngobrolgampang,” pungkas Hadi, dikutip dari Detik.com

Sebelumnya, Ketua DPP FPI Slamet Maarif mengajak pemerintah yang meragukan kata “Khalafah” dalam AD/ART untuk berdiskui lebih lanjut mengenai hal tersebut, agar tindak timbul kesalahpahaman, karena pada dasarnya sendiri Slamet mengaku FPI tetap selalu Pancasilais.

Baca juga  FPI: Setelah Pelantikan Presiden, Habib Rizieq Mungkin Pulang Ke Indonesia

“Makanya dialog biar paham itu bertentangan dengan Pancasila atau tidak, jangan baca judulnya aja, tapi baca isi bukunya baru ambil kesimpulan itu namanya cerdas,” kata Slamet (6/8)

(Visited 32 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.