Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Kebetulan ataukah didesain, Ini Yang Seharusnya Habib Rizieq Lakukan Saat Pemakaman Mbah Moen

3 min read
Pemakaman Mbah Moen

Pemakaman Mbah Moen

Sharing is Caring

Fenomena Habib Rizieq Shihab (HRS) ikut mendoakan almahrum KH Maimun Zubair (Mbah Moen) di Makkah masih menjadi perbincangan hangat di Tanah Air. Tidak tau, sosok ini memang mudah jadi bahan berita yang kontroversial. Kebetulan ataukah didesain ? Wallohu a’alam.

Berita pertama terkait wafatnya Mbah Moen yakni , beredar viral kalau HRS lah yang memimpin doa pemakamannya. Hal itu diperkuat oleh foto-foto san video yang beredar memang nampak HRS di komplek pemakaman di al-ma’ala Makkah.

Namun pada akhirnya hal itu terbantahkan setelah ada penjelasan dari pihak Kedubes bahwa yang pimpin doa bukanlah HRS tetapi ulama Makkah sesuai apa yang telah diacarakan oleh Kedubes dan Menag Lukman Hakim. Kendati Dubes Saudi,Agus Maftuh tak membantah atas adanya HRS di situ.

Berita kedua adalah fakta bahwa ternyata munculnya HRS membacakan doa pada prosesi pemakaman itu tanpa kordinasi alias upaya Ia sendiri yang melalui proses tak etis dan disesalkan oleh Kedubes. Agus Maftuh sendiri yang mengatakan demikian bahkan dikatakan, HRS menyerobot acara yang sudah ditetapkan tanpa komunikasi apapun.

Baca juga  Gara-gara Edit Foto Terlalu Cantik, Anggota DPD Evi Apita Maya Digugat ke MK

Nah, memang dari penjelasan Dubes Agus Maftuh yang sudah dilansir sejumlah media jadi jelas duduk persoalannya. Tentu saja penjelasan Agus Maftuh, sebagai pemilik otoritas pemerintah kita di sana adalah pihak yang paling layak untuk kita percaya. Apalagi reputasinya juga tak diragukan.

Nah oleh karna itulah, tentu saja kehadiran HRS membaca doa dengan proses yang tak etis itu jadi bahan perbincangan baru dan sesuatu yang pantas untuk disesalkan.

Mestinya HRS tak melakukan doa ke Mbah Moen dengan cara seperti itu. Mestinya ikut prosedur acara yang sudah ditetapkan Kedubes dan Kemenag di sana. Sebagai bagian dari pelayat umumnya, mestinya menunggu prosesi resmi selesai semuanya. Nah baru setelah itu, Ia dan rombongan berdoa bersama di atas pusara Mbah Moen tanpa menganggu apalagi menyerobot acara Dubes.

Jika HRS melakukannya dengan cara itu , tentu akan jauh lebih simpatik dilihat baik oleh umat Islam kita yang di Saudi maupun di Tanah Air. Alih-alih menghargai prosesi Kedubes bahkan kemudian ada framing Dia lah yang mempin doa. Tentu saja jauh dari kata simpatik bahkan semakin publik menilai yak tak baik. Karna kita punya adat dan etika yang harus dijunjung tinggi.

Baca juga  Jokowi Dilantik, Rizieq Shihab Kirim Pesan Kepada Pendukungnya, Begini Katanya

Sebagaimana detik.com melaporkan, Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab hadir dalam pemakaman ulama karismatik KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di Al Ma’la Mekah. Narasi yang berkembang di media sosial kemudian menyebut Habib Rizieq yang memimpin pembacaan doa pemakaman. Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyanggah narasi itu dan bahkan menyebut Habib Rizieq melakukan penyerobotan doa.

Agus mengaku menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama santrinya bernama Muhlisin dan KH Syarif Rahmat. Saat jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak jemaah yang berebut untuk menyentuh keranda.

Kemudian terdengar seseorang yang membacakan talkin setelah proses pemakaman Mbah Moen selesai. Setelah itu, Habib Rizieq langsung membacakan doa dengan suara keras. 

Baca juga  Ingin Rizieq Pulang, PA 212: Doa-Doa Orang Terdzalimi Akan Dikabulkan

“Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah. Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen,” Kata Agus Maftuh, dikutip detik.com (8/8). 

Agus menyesalkan Habib Rizieq yang tanpa koordinasi membacakan doa di pemakaman Mbah Moen. Menurut Agus, tindakan tersebut sangat tidak etis.

“Ini yang saya sebut sebagai ‘ketidak-etisan’. Meski saya muda saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa,” ujar dia. **

(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.