Fri. Nov 27th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sudah Terang-Terangan ! Ijtimak Ulama IV Sebut Wajib Tegakkan Khilafah

2 min read
Ijtima' Ulama

Ijtima' Ulama

Sharing is Caring

Kelompok 212, FPI dan GNPF yang unsur anggotanya adalah orang yang sama akhirnya tak bisa menyembunyikan visi besar mereka. Visi yang selama ini dinilai merongrong negara karna tujuan penegakan khilafah , sistem pemerintahan yang melawan demokrasi kita. Atas ideologi dan tujuan itulah HTI dibubarkan oleh Pemerintah dan kini menjadi ormas terlarang.

Namun bak disambar petir misi penegakan khilafah itu malah menjadi rekomendasi ijtimak ulama IV yang digelar oleh oleh Yusuf Martak dan para pentolan 212 yang lain termasuk FPI pada hari ini, Senin (5/8) di Sentul Bogor.

Nekat sekali kalau dipikir-pikir kelompok ini. Apakah ini sinyal terang terangan bahwa mereka hendak melawan sistem negara yang jelas memiliki sistem demokrasi ini ? Dalam sistem khilafah , kekuasaan tertinggi ada di tangan kholifah bukan seperti mekanisme UU yang berlaku seperti di negara kita. Nah , kalau sudah begini, mau tunggu apa lagi aparat keamanan ?

Baca juga  Eks Presidium 212 Tuding Susi Pudjiastuti Punya Agenda Tersembunyi Soal Program Makan Lele

Sebagaimana CNN Indonesia melaporkan, Ijtimak Ulama IV menghasilkan empat poin pertimbangan dan delapan poin rekomendasi. Salah satunya meminta umat Islam untuk sama-sama mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Pada poin pertimbangan, Ijtimak Ulama IV menyebut seluruh ulama menyepakati penegakan khilafah adalah kewajiban agama Islam.

“Bahwa sesungguhnya semua ulama ahlussunah waljamaah telah sepakat penerapan syariah dan penegakan khilafah serta amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam,” kata Penanggung Jawab Ijtimak Ulama IV Yusuf Muhammad Martak di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Senin (5/8).

Namun Ijtimak Ulama IV juga mempertimbangkan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan dan kemanusiaan.

Baca juga  PA 212 Akan Gelar Reuni Di Monas: Kami Ingin HRS Hadir

Dengan pertimbangan itu, Ijtimak Ulama IV meminta seluruh komponen masyarakat untuk menolak kebangkitan paham marxisme, leninisme, komunisme, maoisme dalam bentuk apapun dan cara apapun. Ijtimak Ulama IV juga menyarankan bentuk negara NKRI bersyariah.

“Mewujudkan NKRI syariah yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh Undang-undang Dasar 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” tutur Martak.

Selain menyoal ideologi, Ijtimak Ulama IV juga membahas kecurangan Pemilu 2019. Mereka juga mengkritisi terkait temuan ratusan petugas KPPS meninggal dunia dan tragedi 21-22 Mei 2019.

Nah, sudah jelas sekali apa dan bagaimana tujuan dari kelompok yang tergabung dalam ijtimak IV itu. Sistem NKRI sudah final , NKRI Harga mati dan tak boleh diotak-atik lagi oleh siapapun. Jika hal itu mau diungkit kembali, maka sama saja dengan apa yang pernah dilakukan oleh DI / TII yang berujung pemberontakan terhadap negara.

Baca juga  Berbentuk Segitiga, Inilah Arti Lambang FPI Sebenarnya! Ternyata…

Kita tunggu, apa yang akan dilakukan oleh TNI dan Polri atas hasil ijtimak ulama IV itu. Penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas demi keutuhan NKRI.

(Visited 40 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.