Thu. Dec 12th, 2019

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Saddam Hussein, Mulanya Didukung Lalu Dijatuhkan Amerika Serikat. Ternyata Ini Sebabnya!

2 min read
Sharing is Caring

Pada era 1950-an, Saddam Hussein adalah tokoh muda di Irak, yang tidak disukai Pemerintah. Dia kerap dicari aparat karena aksi-aksi politiknya yang dianggap bisa merongrong wibawa pemegang kekuasaan. Berulang kali dia ditangkap, bahkan sempat dijatuhi hukuman mati. Beruntung, dia bisa melarikan diri ke Mesir, dan menyelesaikan pendidikannya di Kairo.

DI Mesir, dia direkrut dinas intelijen Amerika Serikat, CIA. Dia dikader menjadi salah satu pemimpin oposisi di PArtai Baath yang potensial di Irak. Dukungan dari negeri Paman Sam inilah yang membuat Saddam Hussein bisa kembali ke negerinya tahun 1963, dan mulai menancapkan pengaruhnya di kancah politik Irak. Puncaknya, tahun 1979 dia berhasil merebut kursi orang nomor satu di republik kaya minyak ini, dari Presiden Ahmed Hassan al-Bakr.

Baca juga  Komentar Ahok Soal Ustaz Abdul Somad yang Terjerat Kasus Penistaan Agama

Amerika menganggap posisi Saddam Hussein di Irak bisa menjadi penyeimbang politik di kawasan Timur Tengah. Saddam diharapkan mampu meredam gerak radikal Republik Islam Iran yang dipimpin oleh pemimpin spiritualnya, Ayatollah Ruhullah Khomeini. Dalam perang Irak-Iran, Amerika memberi banyak bantuan kepada Irak di bawah rezim Saddam Hussein.

Walau perang Irak-Iran berakhir tanpa ada pemenang yang jelas, tapi Amerika Serikat membayar mahal karena sudah membesarkan Saddam Hussein. Dengan kekuatan militer terkuat di Timur Tengah, Saddam Hussein justru kerap menentang kebijakan Amerika Serikat di kawasan itu. Bulan madu kedua negara berubah menjadi perseteruan abadi. Saat negeri Paman Sam menghentikan pasokan senjata, Irak mendapat banyak pasokan alat-alat perang dan amunisi dari seteru AS, Uni Soviet.

Baca juga  Ahok Tanggapi Anies: sistem e-budgeting Baik Jika Tak Ada Niat Maling! Djarot Bilang Begini

Dengan armada militer dari negeri komunis itu, Irak menganeksasi negara tetangganya, Kuwait. Amerika Serikat yang menjadi sekutu negeri kaya minyak itu tidak tinggal diam. George H W Bush memerintahkan Perang Teluk, dan menempatkan posisi Saddam Hussein di Timur Tengah menjadi terjepit. Bertahun-tahun Irak dikenai sanksi ekonomi dari negara-negara sekutu Amerika Serikat itu.

Sanksi itu tidak membuat Saddam menghentikan perlawanannya kepada AS. Dia justru meningkatkan tensi dan arogansinya. Saddam pernah diisukan bakal memberi hadiah besar bagi orang yang bisa menghabisi nyawa George Walker Bush, anak George HW Bush, yang juga menjadi Presiden AS. Tentu saja, hal ini mengancam kewibawaan Amerika di kawasan itu.

Baca juga  Diancam Pembunuhan Bersama Amien Rais dan HRS, Begini Respon Anies Baswedan

Tahun 2003 adalah saat yang ditunggu-tunggu Bush junior. Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dia memimpin pasukan koalisi menyerang Irak. Hanya dalam hitungan bulan, rezim Saddam Hussein berhasil dijatuhkan. Dan setelah itu, Irak berada dalam situasi yang semakin buruk. Bahkan setelah Saddam Hussein dieksekusi di tiang gantungan, keadaan itu tidak juga membaik.

(Visited 17 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.