Sat. Dec 7th, 2019

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Gara-gara Tumor Dikepala, Seorang Guru Jadi Pedopil! Inilah 5 Tumor Paling Misterius

6 min read
Sharing is Caring

Tidak ada yang lebih mengerikan dari sesuatu yang tumbuh di tubuh Anda, apalagi kalau ternyata benda yang tumbuh itu tidak hanya kutil melainkan tumor pasti jauh lebih mengerikan.

Walau kutil, tumor, dan kanker sering diasosiasikan dengan bagian tubuh yang tumbuh tidak wajar dan terasa sakit. Namun ada beberapa kasus medis spesial dimana tumor seseorang mengubah hidupnya secara drastis.

Berikut ini beberapa cerita medis tentang tumor yang secara misterius mengubah kehidupan penderitanya.

5. Tumor yang mengubah seorang guru menjadi pedopil

Pedopil atau perilaku menyimpang dimana si penderita memiliki ketertarikan dengan anak-anak tidak hanya disebabkan motivasi dari luar lingkungan saja, ada sebuah kasus langka dimana seorang guru yang menderita tumor berubah menjadi penyuka anak-anak.

Seluruh kepribadian seorang guru sekolah yang tidak dikenal di Virginia berubah ketika tumor mulai tumbuh di otaknya.

Gejala awalnya dimulai dengan beberapa sakit kepala yang ditandai dengan nyeri berlebihan. Tapi tak lama, pertumbuhan tumor di kepalanya membuatnya menjadi predator seksual anak-anak.

Seks mulai mencemari otaknya setiap detik setiap hari. Dia membangun simpanan besar-besaran majalah porno, dan keadaannya semakin memburuk dari sana. Dia segera mulai menghabiskan seluruh malamnya untuk melihat pornografi anak di Internet atau secara terbuka memberi keterangan kepada polisi bahwa ia sering berfantasi tentang memperkosa para wanita dalam hidupnya.

Para dokter tidak menemukan tumor yang tumbuh di otaknya sampai dia sudah menyakiti orang yang dicintainya. Dia telah ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya sendiri.

Setelah dokter berhasil mengangkat tumor keluar dari tubuhnya, semua perilaku menyimpangnya berhenti. Sebelumnya guru tersebut secara terbuka dan tak terkendali melakukan pelecehan seksual terhadap setiap perawat yang dia lihat sebelum operasi, dia benar-benar kembali normal setelah tumornya hilang.

Setahun kemudian, guru itu kembali mencari pornografi anak di Internet. Benar saja, setelah diperiksa ternyata tumor sudah mulai tumbuh kembali. Ketika para dokter mengoperasi lagi, desakan seksual guru tersebut hilang.

4. Seorang wanita mengaku kalau tumornya bisa berbicara

Pada tahun 1984, seorang wanita yang dikenal dengan inisial A.B. sedang duduk sendirian di rumah dan tiba-tiba dia mendengar suara di kepalanya yang mengatakan:

Tolong jangan takut. Saya tahu pasti mengejutkan bagi Anda untuk mendengar saya berbicara kepada Anda seperti ini, tetapi ini adalah cara termudah yang dapat saya pikirkan. Teman saya dan saya dulu bekerja di Rumah Sakit Anak-Anak, Great Ormond Street, dan kami ingin membantu Anda.

A.B. yakin dia kehilangan akal sehatnya. Dia mengunjungi dokternya, yang mendiagnosa dia dengan psikosis halusinasi fungsional dan memberi A.B. obat antipsikotik. Namun suara itu masih terus berbicara di kepalanya.

Baca juga  Cewek Wajib Tahu, Ini 5 Gejala Rahim Kamu Mulai Turun

Tumor itu berbicara hal yang lebih spesifik. Bahkan memberitahu A.B. bahwa dia memiliki tumor yang tumbuh di batang otaknya dan bahwa dokter tidak akan menemukannya kecuali mereka memindai otaknya. Kemudian suara mengarahkannya ke pencitraan diagnostik sayap rumah sakit terdekat.

Para dokter enggan untuk melakukannya. Dari tes awal, mereka tidak menemukan kesalahan apa pun. Tetapi ketika wanita itu mulai memohon, mereka memberinya pemindaian otak. Alangkah terkejutnya, mengikuti permintaan dari “suara” yang terdengar lebih dari satu orang, para dokter menemukan meningioma di batang otak A.B., sesuai dengan cerita “hantu tumor”.

Kedengarannya seperti cerita hantu, tetapi hal itu benar-benar terjadi. Dokter yang merawatnya percaya bahwa tumor itu menciptakan sensasi di otaknya yang bisa dirasakannya dan pikiran bawah sadarnya menciptakan khayalan untuk mengomunikasikannya.

Ketika operasi selesai, A.B. mengatakan bahwa dia mendengar suara-suara misterius itu untuk terakhir kalinya.

“Kami senang telah membantu Anda,” dia mendengar mereka berkata. “Selamat tinggal.”

3. Tumor tetap tumbuh walau penderitanya sudah meninggal

Pada tahun 1951, seorang petani tembakau di Virginia bernama Henrietta Lacks didiagnosis menderita kanker serviks. Ada tumor yang tumbuh di dalam tubuhnya, tetapi ini bukan pertumbuhan biasa. Tumor milik petani ini ternyata abadi.

Dokternya menemukan bahwa tumor Henrietta Lacks memiliki sel abadi yang tidak akan pernah mati. Selain itu ada hal yang sangat mengkhawatirkan yakni sel-sel kankernya akan berlipat ganda setiap 24 jam.

Baca juga  5 Penyakit Langka Bisa jadi Super Hero

Para dokter tidak memberitahunya. Sebaliknya, mereka melakukan eksperimen rahasia pada dirinya dan pertumbuhan di dalam tubuhnya, menggunakan dia sebagai kelinci percobaan manusia. Henrietta Lacks meninggal sebelum tahun percobaan itu berakhir.

Tumornya tetap hidup, bahkan setelah dia meninggal dan sel tumor itu masih terus berkembang hingga hari ini. Tumor ini menjadi subyek dari sejumlah eksperimen yang tak terhitung jumlahnya, dan sel HeLa yang diekstraksi dari tumor Henrietta telah bertanggung jawab atas beberapa terobosan paling luar biasa dalam bidang kedokteran selama 100 tahun terakhir.

Jelas, Henrietta tidak pernah tahu bahwa kematiannya telah membuat dunia menjadi lebih baik. Yang ia tahu adalah bahwa ada sesuatu yang tumbuh di dalam dirinya pada tingkat yang mengkhawatirkan dan para dokter tidak mengatakan apa-apa saat mereka mengerumuni Henrietta dan bereksperimen di tubuhnya.

2. Tumor yang mengubah penderitanya menjadi pembunuh

Charles Whitman adalah seorang mahasiswa di Universitas Texas, ia dikenal sebagai orang yang stabil. HIngga suatu hari ia mengalami sakit kepala parah dan kesulitan untuk mengendalikan tempramennya. Suatu hari saat di tengah waktu perkuliahannya, ia menarik seorang temannya dari bangku lalu melemparkan temannya keluar kelas.

Pada 31 Juli 1966, untuk alasan yang bahkan Whitman tidak bisa mengerti, dia memiliki keinginan untuk membunuh seseorang secara berlebihan. Dia duduk dan menulis surat, menguraikan apa yang akan dia lakukan dan bagaimana anehnya di luar kendali yang dia rasakan tentang keputusan membunuh seseorang pada waktu itu.

“Setelah berpikir keras saya memutuskan untuk membunuh istri saya, Kathy, malam ini,” tulisnya. “Saya sangat mencintainya, dan dia telah menjadi istri yang baik bagi saya seperti yang bisa diharapkan oleh siapa pun. Saya tidak dapat secara rasional menunjukkan alasan spesifik untuk melakukan hal ini (membunuh Kathy). ”

Ketika dia selesai menulis, dia pergi ke seberang jalan dan mencekik dan menusuk ibunya sendiri. Lalu dia pulang dan menikam istrinya sampai mati. Akhirnya, dia memanjat menara universitas dan menembaki apa saja yang bergerak, menewaskan 14 orang.

Baca juga  Perubahan Iklim Picu Penyakit Pada Manusia

Dalam surat terakhirnya, Whitman meninggalkan pesan yang meminta para dokter untuk melakukan otopsi di otaknya. “Saya tidak benar-benar memahami diri saya hari ini,” tulisnya. “Belakangan ini (saya tidak ingat kapan itu dimulai), saya telah menjadi korban dari banyak pemikiran yang tidak biasa dan tidak rasional.”

Para dokter mematuhinya. Ketika mereka membuka tengkoraknya, mereka menemukan tumor besar menekan amygdala-nya. Beberapa orang percaya itu adalah sumber kemarahan, sakit kepala, dan pikiran pembunuh yang mengganggu pikiran Whitman.

1. Tumor menyerupai manusia tumbuh dalam kepala seorang wanita

Pada tahun 2003, tumor ovarium ditemukan tumbuh di dalam seorang wanita Jepang berusia 25 tahun. Itu adalah teratoma, salah satu tumor yang bisa menumbuhkan gigi, tetapi yang satu ini tidak seperti kasus teratoma sebelumnya.

Tumor di tubuh wanita malang ini telah mengambil bentuk seorang anak kecil. Tumor itu memiliki tungkai, telinga, gigi, tulang, pembuluh darah, dan isi perut, namun bentuknya masih cacat dan berwarna hitam. Tumor mengerikan itu tumbuh di atas kepalanya dan menumbuhkan satu mata yang terbuka dan seperti bisa menatap.

Bahkan tumor itu punya otak.

Otak belum berkembang sepenuhnya untuk berfungsi normal. Otak di tumor lebih kecil dari ukuran otak kecil manusia. Tetap saja, tumor di dalam dirinya memiliki hampir setiap bagian yang diperlukan untuk menjadi makhluk hidup dan berpikir.

Sejauh ini, tumor inilah yang paling mirip manusia yang pernah ditemukan pada tubuh manusia. Tapi dia bukan satu-satunya orang yang memiliki tumor dengan otak. Ketika otak kecil tumbuh di tumor di tubuh Anda, dokter mengatakan bahwa itu dapat memengaruhi cara Anda berpikir.

Wanita Jepang tersebut mengaku kalau dia cenderung mulai mengalami kebingungan dan pikiran paranoid. Diduga karena sistem kekebalan tubuhnya mengalami kebingungan dengan keberadaan organ baru yang berfungsi sebagai otak dan mempengaruhi cara berpikir penderitanya. Alhasil seluruh kepribadian wanita Jepang itu dikabarkan berubah drastis semenjak ia menderita tumor.

(Visited 30 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.