Sat. Dec 7th, 2019

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

7 Kejadian Perampokan Terbesar Sepanjang Sejarah

3 min read
Sharing is Caring

Hal yang paling gak enak dalam hidup adalah terkena musibah. Bencana ini bisa dialami oleh siapapun dan kapanpun tanpa bisa diprediksi. Dari sekian banyak kejadian tersebut ada kasus perampokan yang umum terjadi dimana-mana. Tapi apa jadinya kalau jumlah kerugian yang dialami mencapai angka belasan triliun rupiah?

Setiap hari kita disajikan dengan informasi di televisi dan media sosial yang memberitakan tentang kriminalitas. Entah itu kerugiannya yang kecil bahkan sampai yang besar.

Tapi tahukah kamu kalau di beberapa negara dunia ini pernah terjadi peristiwa perampokan yang tergolong sangat masif sampai kerugiannya gak terpikirkan sebelumnya. Yuk kita lihat daftar peristiwanya berikut ini.

7. Schiphol Airport – Rp 1,5 triliunan

Perampokan terbesar dengan kerugian paling besar nomor 7 adalah yang terjadi di Schiphol Airport, Amsterdam, Belanda. Peristiwa ini terjadi pada tanggal Februari 2005 lalu.

Sebuah kelompok bandit bersenjata menyerang bandara ini dan mencuri uang sebesar US$ 108 juta atau setara Rp 1,5 triliunan. Beberapa orang yang diduga pelaku berhasil diamankan.

Setelah melakukan investigasi mendalam diperkirakan bahwa ada orang dalam yang terlibat dalam tindak kriminal tersebut.

Baca juga  Canggih, Mobil Kijang Jadul Diubah Jadi Kendaraan Listrik

6. Harry Winston – Rp 1,5 triliunan

Selanjutnya ada peristiwa kriminal yang dialami oleh toko perhiasan mewah Harry Winston di Paris, Prancis. Peristiwa ini terjadi pada bulan Desember 2008.

Perhiasan mewah yang berupa cincin, kalung bahkan sampai gelang bertahtakan berlian senilai US$ 108 juta atau setara Rp 1,5 triliunan, digasak perampok. Menyusul kejadian ini, pihak berwajib menahan 4 orang tersangka. Pasca kasus ini saham Harry Winston sempat jatuh hingga 10 persen beberapa hari setelahnya.

Di tahun yang sama sebelumnya juga sempat terjadi kejadian serupa dan para penjahat berhasil membawa kabur perhiasan seharga Rp 156 jutaan.

5. Knightsbridge Security Deposit – Rp 2,4 triliunan

Kelima, ada peristiwa perampokan Knightsbridge Security Deposit yang terjadi di London, Inggris. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Juli 1987 lalu.

Barang-barang yang berhasil digondol oleh para perampok adalah berbagai macam perhiasan dan uang tunai yang jumlahnya mencapai US$ 175 juta atau Rp 2,4 triliunan. Dalang utama dari kriminal ini adalah Valerio Vicei. Ia meninggal pada tahun 2000 dalam baku tembak dengan pihak kepolisian.

Baca juga  Dua Siswa SMP di Grobogan Berkelahi Hingga Maut Menjemput

4. Perampokan surat obligasi – Rp 4 triliunan

Perampokan terbesar keempat juga terjadi di negeri Ratu Elizabeth II. Perampokan ini sekaligus menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Inggris. Seorang pria bernama John Goddard yang tengah membawa surat obligasi senilai US$ 292 juta atau setara Rp 4 triliunan dirampok oleh Keith Cheeseman.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Mei 1990 lalu. Pelaku diganjar hukuman penjara selama 7 tahun.

3. Bank Baghdad – Rp 4,2 triliunan

Di kawasan Asia, ada peristiwa perampokan yang terjadi di salah satu bank di Baghdad, Irak. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Juli 2007.

Sekelompok penjahat yang menggunakan peralatan cukup lengkap berhasil melumpuhkan 3 penjaga yang sedang bertugas ketika itu. Mereka berhasil menggondol uang sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,2 triliunan.

Sampai hari ini, keberadaan uang tersebut masih menjadi misteri.

2. Museum Boston – Rp 4,2 triliunan

Di posisi kedua, ada insiden perampokan yang terjadi di museum Boston, Amerika Serikat, pada tanggal 18 Maret 1990 silam.

Pelaku yang berjumlah 2 orang berusaha mengelabui petugas keamanan dengan menggunakan seragam polisi. Para penjahat dengan mudahnya membawa pulang 12 lukisan yang nilainya ditaksir sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 4,2 triliunan.

Baca juga  PNS Cantik Di Sulteng Terciduk Gara-gara Nekat Menyambi Jadi Bandar Sabu

1. Perampokan Bank Sentral Irak – Rp 14 triliunan

Yang paling besar adalah perampokan yang terjadi di Irak. Kali ini bank sentralnya yang menjadi korban.

Gak tanggung-tanggung, uang yang berhasil dirampok sebanyak hampir US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliunan. Yang paling bikin kaget, otak dari perampokan tersebut konon adalah mantan presidennya yakni Saddam Hussein.

‘Perampokan’ atau yang boleh dibilang perintah penarikan uang ini dilakukan oleh sang diktator Irak, Saddam Hussein, pada 18 Maret 2003, sehari sebelum pasukan Amerika Serikat menyerbu masuk ke Baghdad. Adalah sebuah surat bertandatangan Saddam Hussein yang menjadi perintah agar bank mencairkan uang sebesar US$ 920 juta untuk diberikan kepada putranya, Qusay Hussein.

Menurut pegawai bank yang jadi saksi mata, Qusay dan seorang lain yang tak dikenal, memindahkan kotak-kota berisi lembaran uang $ 100 ke sejumlah truk dan trailer. Aktivitas itu berlangsung selama lima jam. Belakangan, Qusay tewas dalam baku tembak dengan pasukan AS.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.