Thu. Dec 12th, 2019

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Inilah 3 “Superdrug” Selama Perang Dunia ke-2

2 min read
Sharing is Caring

Perang dunia ke-2 merupakan catatan kelam dalam sejarah umat manusia yang telah menimbulkan kerusakan dalam skala global. Negara yang terlibat perang tentu saling ingin mengalahkan dan menguasai satu sama lain dengan cara apapun, salah satunya adalah dengan menggunakan obat-obatan kimia.

Sebuah film dokumenter terbaru yang tayang pada 25 Juni 2019 di Public Broadcasting Service (PBS), jaringan televisi penyiaran publik yang beranggotakan 345 stasiun televisi di 50 negara bagian Amerika Serikat, selama perang dunia ke-2, setidaknya ada 3 jenis “superdrug” yang digunakan selama perang untuk membuat para tentara menjadi makin agresif, tidak kenal takut dan terjaga sepanjang waktu hingga berhari-hari.

Inilah 3 jenis “superdrug” yang digunakan selama perang dunia ke-2.

Baca juga  Jejak Romusha yang tak terjamah banyak media

1. Pil Pervitin

Selama 1940-an, pasukan Nazi Jerman dan sekutunya secara rahasia memasok pasukannya dengan obat khusus sejenis metamfetamin bernama Pervitin, obat stimultan sistem saraf yang di zaman sekarang termasuk salah satu jenis narkoba. Sedangkan di zaman itu, para ahli tidak menganggapnya sebagai narkotika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah penelitian di Journal of Psychopharmacology pada tahun 2013.

Sejarawan Perang Dunia II dan konsultan dokumenter James Holland mengatakan, awalnya Pervitin milik Jerman merupakan hasil eksperimen yang kemudian digunakan untuk rekreasi dan juga digunakan pada siswa agar tetap terjaga dan bisa tetap berprestasi.

Kemudian, ketika masa perang, Pervitin mulai didistribusikan secara luas di antara pilot Luftwaffe (Angkatan udara Nazi) untuk membuat mereka tahan terhadap misi yang panjang, menjaga mereka tetap terjaga bahkan hingga 10 hari tanpa tidur dan mengurangi rasa lapar jika mereka ditembak jatuh.

Baca juga  Fadli Zon: Jumlah Pengguna Narkoba Era Jokowi Meningkat 2 Kali Lipat

2. Pil Benzedrine

Di Inggris beredar desas desus tentang pilot-pilot Nazi yang ditembak jatuh dengan perlawan seperti manusia super, tak kenal takut dan kuat. Tidak lama setelah itu, pasukan Inggris menemukan obat-obatan yang dimiliki para pilot Nazi.

Tidak lama setelah itu, Inggris pun mencoba mengembangkan obat-obatan seperti yang dimiliki tentara Nazi. Namun berdasarkan hasil penelitian Inggris dan Amerika, Pervitin memiliki risiko tinggi bagi tubuh, maka dikembangkanlah obat jenis baru bernama Benzedrine.

Sedikit perbedaan dengan Pervitin, Benzedrine dapat membuat seseorang terjaga lebih lama namun tidak menghilangkan rasa lelah. Menurut peneliti, tubuh butuh pulih dari kelelahannya dan itu tidak bisa ditipu dengan obat-obatan yang justru dapat membahayakan.

Baca juga  Menghilangkan Uban Tanpa Semir Hanya dengan Bahan Murah Ini, Begini Caranya!

3. Benzedrine Inhaler

Jenis yang satu ini sebenarnya sama-sama Benzedrine, tapi kemudian dibuat dalam bentuk obat hisap yang lebih praktis dan dapat digunakan berulang kali. Stimultan itu dapat mengubah suasana hati, meningkatkan agresi dan kepercayaan diri serta memberikan dorongan semangat bagi siapa yang menghisapnya.

Saat ini, obat-obatan tersebut digolongkan dalam jenis narkotika dan terlarang untuk digunakan karena dapat membahayakan tubuh. Fakta itu kemudian diketahui pasca perang dunia ke-2, sejumlah besar tentara mengalami kecanduan dan bahkan overdosis.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.