Sat. Dec 14th, 2019

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Gagal Lolos Capim KPK, Pigai Kesal dan Tuding Pansel KPK Bermain Politik

2 min read
Natalius Pigai

Natalius Pigai

Sharing is Caring

Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, tampaknya benar-benar kecewa atas sikap Panitia Seleksi (Pansel) KPK yang tidak meloloskan dirinya sebagai Calon Pimpinan (Capim) KPK Jilid V.

Usai mengancam bakal menggugat Pansel KPK ke PTUN, Pigai juga menumpahkan kekesalannya kepada Pansel KPK dengan memamerkan latar belakang dan kiprahnya sebagai aktivis HAM.

Bahkan, Pigai menuding Pansel KPK bermain politik dengan tidak meloloskan dirinya lantaran menjadi pendukung Prabowo di Pilpres 2019.

“Apa, karena saya pendukung Prabowo?” tanya Pigai saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di salah satu stasiun TV yang mengangkat tema ‘Seperti Apa Wajah KPK di Masa Depan’ yang tayang pada Selasa malam (23 Juli 2019).

Secara blak-blakan Pigai mengaku bahwa ia memang pendukung Prabowo. Namun, ia mengaku bukan bagian dari tim pemenangan Prabowo di Pilpres 2019 dan bukan anggota parpol. Pigai pun kembali bertanya-tanya soal ketidaklolosan dirinya.

Baca juga  FPI: Setelah Pelantikan Presiden, Habib Rizieq Mungkin Pulang Ke Indonesia

“Apa karena saya orang Papua?” kata Pigai seperti dikutip viva.co.id (23 Juli 2019).

Tudingan Pigai pun sempat dijawab anggota Pansel KPK, Diani Sadia Wati, yang juga hadir sebagai narasumber. Ia mengaku tak tahu kalau Pigai pendukung Prabowo.

Diani juga menegaskan bahwa pihaknya belum sampai memeriksa rekam jejak, tapi baru sebatas administrasi di mana salah satu syarat Capim KPK mesti punya latar belakang di bidang penindakan hukum sampai pengaturan ekonomi keuangan.

“Kita semua meneliti semua syarat administrasi. Bahkan, saya baru tahu dukung 02. Kami belum lihat track record,” kata Diani.

Berikut videonya.

Terlalu Tendensius?

Tudingan Natalius Pigai terhadap Pansel KPK yang tidak meloloskan dirinya sebagai Capim KPK dinilai terlalu tendensius dengan mengembangkan kecurigaan dan prasangka buruk.

Baca juga  Dewi Tanjung Melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya

Kalau toh Pigai gagal menjadi Capim KPK di tahap awal, hal itu bukan lantaran tidak diloloskan, tapi secara administratif memang dinilai tidak memenuhi syarat.

Kalau hanya sekadar mengkritik, tentu tak ada seorang pun yang bisa melarangnya. Namun, melontarkan tudingan kepada Pansel KPK di ruang publik hanya berdasarkan kecurigaan dan prasangka buruk, diakui atau tidak, justru mengindikasikan bahwa Pigai diduga kuat memiliki karakter yang tidak pantas untuk mengisi jabatan publik sebagai pimpinan KPK.

Alangkah berbahayanya kinerja KPK jika dikendalikan oleh sosok yang gampang curiga tanpa berbasis data dan fakta. Dalam konteks demikian, seandainya Pigai lolos secara administratif, belum tentu juga ia bisa lolos ke tahap berikutnya akibat karakternya yang dinilai sangat temperamental dan gampang curiga

Baca juga  Pantesan Diduga Rekayasa, Ini 4 Kejanggalan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan!
(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.