Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Nekat Kibarkan Bendera HTI. Ini Yang Akan Diterima Pihak MAN 1 Sukabumi Dan Siswanya

2 min read
MAN 1 Sukabumi

MAN 1 Sukabumi

Sharing is Caring

Ramai menjadi perbincangan publik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi, Jawa Barat karna siswanya nekat mengibarkan bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu adalah yang biasa dikibarkan oleh ormas terlarang HTI di Indonesia dan sejumlah negara lain. Selain HTI bendera itu juga dipakai oleh kelompok teroris ISIS dan Al Qaeda di Timur Tengah.

Mabes Polri telah memastikan bahwa bendera tersebut adalah identitas HTI sejak kisruh pembakaran bendera tersebut oleh oknum Banser di Garut, Jawa Barat, setahun lalu.

Atas peristiwa yang viral di media sosial itu akhirnya Kementerian Agama turun tangan. Menag, Lukman Hakim langsung memberikan intruksi kepada Kemenag Jawa Barat dan Sukabumi untuk melakukan investigasi langsung ke pihak sekolah.

Baca juga  Abaikan Syarat Kelengkapan SKT, FPI Kena Ultimatum Mendagri! Terancam Bubar?

Dan setelah dilakukan croscek ke lokasi, Kemenang Sukabumi dan pihak sekolah membenarkan fenomena para siswa di sekolah itu mengibarkan bendera hitam itu. Akhirnya kemenag pun mengambil langkah dengan cara menegur MAN 1 Sukabumi dan kepada para siswa pengibar bendera tersebut akan diberikan bimbingan khusus.

Sebagaimana detik.com melaporkan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi turun tangan mengecek. “Saya sampai pagi bersama bapak Kapolres, kepala madrasah dan para pembinanya, berikut siswa yang bersangkutan. Kita klarifikasi, kita tabayun menyikapi beredarnya foto siswa mengibarkan bendera tersebut,” kata Kepala Kantor Kemenag Sukabumi Abas Resmana di MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/7/2019) dikutip detik,com

Aksi pengibaran bendera tersebut berlangsung Jumat (19/7) pagi tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Mereka beraktivitas sebelum jam pelajaran dimulai.

Baca juga  PNS Cantik Di Sulteng Terciduk Gara-gara Nekat Menyambi Jadi Bandar Sabu

“Sembunyi-sembunyi mereka. Kami tentunya menyesali hal ini, apapun itu. Selanjutnya menjadi bahan pelajaran buat kita agar kegiatan anak selalu mendapat pendampingan dari guru,” katanya.

Abas menyebut hanya akan memberikan teguran kepada pihak MAN 1 Sukabumi berkaitan kejadian tersebut. “Sanksi tidak bisa disebutkan, hanya teguran saja dulu untuk pihak sekolah. Sementara kepada anaknya harus ada pendampingan khusus,” ucapnya.

Pemeriksaan terhadap ketua Karisma, menurut Abas, berakhir dengan surat pernyataan. Ia menjelaskan kejadian ini karena ketidaktahuan siswa dengan penafsiran bendera tersebut.

Nah , kejadian itu harus menjadi perhatian pihak sekolah lain dan juga para orang tua siswa agar mengontrol anak anak kepada siapa belajar agama. Pihak sekolah harus selektif dalam mencari ustad pembimbing agama bagi siswa siswinya, jangan sampai para mantan aktifis HTI dan ustad radikal lainnya.

Baca juga  Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah

Sebenarnya gampang cara mengetahuinya itu ustad berpaham radikal atau tidak. Jika dalam materinya Ia sering menyudutkan kelompok lain dengan bahasa syirik, bidngah dan kafir baik yang seagama maupun yang beda, dipastikan mereka bagian dari kelompok tersebut. Maka lebih baik hindari ustad yang demikian karna pasti akan merusak harmonisasi dalam berbangsa dan bernegara. Dan pada gilirannya akan mengajarkan jihad melawan siapapun yang tak sepaham.

(Visited 43 times, 1 visits today)