Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

PA 212: “Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia”

1 min read
khilafah indonesia

khilafah indonesia

Sharing is Caring

Pasca pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan berlepas diri dari Prabowo Subianto. Mereka tak lagi mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut.

PA 212 secara terang-terangan juga menyatakan bahwa dukungan mereka kepada Prabowo dimaksudkan untuk meraih tujuan mereka sehingga Prabowo-Sandi hanya dimanfaatkan sebagai alat.

Ketika sudah tidak sejalan, mereka menganggap alat tersebut sudah rusak sehingga harus mencari alat lainnya. Bahkan PA 212 menyatakan Prabowo sebagai pengkhianat.

“Jadi, kalau Prabowo berkomunikasi (dengan Jokowi), menurut saya ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi umat dan rakyat,” ujar Pelaksana Tugas Ketua PA 212 Asep Syarifuddin.

Tak hanya ‘menunggangi’ Prabowo-Sandi, ternyata PA 212 juga punya agenda untuk mendirikan khilafah.

Baca juga  5 Agustus, PA 212 Siap Gelar Ijtimak Ulama IV Tanpa Prabowo & Amien Rais

“Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia. Khilafah itu adalah syariat Islam. Kalau menolak khilafah itu menolak syariat Islam. Itu penodaan agama,” ujar Asep seperti dilansir dari suara.com (19/7/2019).

Namun tanpa berafiliasi ke partai politik, PA 212 nampaknya akan sulit merealisasikan cita-citanya, apalagi pasca lepas dari Prabowo Subianto. Kira-kira kendaraan apa yang akan mereka gunakan di 2024? Kita tunggu saja.

(Visited 41 times, 1 visits today)