Wed. Sep 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Lagi Wawancara, Wanita ini Disuruh Bos Pulang Cuci Tangan Ibu. Setelahnya, Ia Pun Nangis

3 min read
Sharing is Caring

Diceritakan. Seorang wanita muda dan cantik (sebut saja namanya Putri) dan dengan prestasi yang menonjol, melamar posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Setelah melewati berbagai tahapan, akhirnya sampailah Putri pada tahap wawancara terakhir dengan bos perusahaan di mana ialah yang akan memutuskan diterima atau tidaknya Putri bekerja.

Setelah melihat CVnya, sang bos pun menilai kalau Putri memang menonjol apalagi dengan prestasi akademik yang sangat mengesankan. Ia pun bertanya, “Anda pernah kerja selama studi?”

“Tidak, keluarga saya ingin saya fokus pada studi.” jawab Putri.

“Ayah Anda yang membiayai studimu?” tanya sang Bos kembali.

Putri pun menjawab, “Bukan, ibu yang membiayai studi saya karena ayah sudah meninggal saat saya berusia satu tahun.”

“Ibumu kerja di mana?” tanya sang bos lagi.

Baca juga  Tes Mata, Mampukah Kau Temukan Jawaban di 5 Gambar Ini? Nomor 1 Banyak yang Keliru Lho

“Ibu saya tukang cuci pakaian,” jawab Putri.

Bos perusahaan itu kemudian meminta Putri untuk mengulurkan tangannya, dan tanpa banyak tanya Putri pun langsung mengulurkan tangan halusnya

Sang bos kemudian menatap tangan Putri sesaat, lalu bertanya, “Apa Anda pernah membantu ibu mencuci pakaian?”

“Tidak pernah, ibu saya selalu menyuruh saya untuk rajin belajar. Selain itu, ketangkasan ibu mencuci pakaian jauh lebih cepat dari saya.” jawab Putri.

“Kalau begitu, saya meminta Anda pulang dulu hari ini dan bersihkan tangan ibumu dengan seksama, besok pagi temui saya di kantor.” ucap sang bos.

Merasa besar kemungkinan ia akan diterima kerja, lalu dengan gembira Putri pulang ke rumah dan membersihkan tangan ibunya. Sang ibu pun dibuat bingung dengan kelakuan putrinya tersebut.

Siapa sangka, saat mencuci tangan sang ibu, mata Putri tiba-tiba berkaca-kaca dan perlahan airmatanya pun menetes. Saat itulah, untuk pertama kalinya ia melihat tangan ibunya terasa kaku dan keriput. Di kulit tangannya juga terlihat luka. Putri baru menyadari kalau sang ibu yang membiayai kuliahnya dengan sepasang tangannya mencuci pakaian setiap hari. Tangan ibunya itu adalah wujud pengorbanan kelulusannya sekarang.

Baca juga  Trik Agar Hidung Tambah Mancung Ini Bikin Nyesel Kenapa Baru Tahu Sekarang

Setelah mencuci tangannya, diam-diam Putri lalu mencuci sisa pakaian yang belum dicuci ibunya. Malam itu, ia ngobrol panjang lebar dengan ibunya, dan berpelukan sambil menangis bersama.

Keesokan paginya, sesuai dengan perintah, Putri kembali ke kantor tempat ia melamar untuk menemui pimpinan perusahaan. Melihat mata Putri agak sembab dan sedikit bengkak bekas tangisan, sang bos pun bertanya, “Apa kamu sudah mencuci tangan ibumu?”

”Setelah membersihkan tangan ibu, saya kemudian membantu ibu mencuci sisa pakaian yang belum dicucinya,” jawab Putri.

“Bisa ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika itu,” tanya sang bos.

“Pertama, saya menjadi tahu arti bersyukur atas setiap hal. Tanpa ibu, saya bukan apa-apa dan tidak akan bisa berdiri di sini sekarang. Kedua, saya menjadi tahu dengan kesusahan ibu setelah bekerja bersama dengannya. Ketiga, saya menjadi tahu betapa berharganya kasih sayang keluarga, tidak ada yang bisa menggantikan.” jelas Putri.

Baca juga  Ide Desain Dapur Minimalis, Nomor 5 Simple Tapi Modern

Setelah mendengar penjelasan Putri, sang bos pun langsung mengatakan, “Selamat, Anda diterima. Saya memang ingin mencari seorang manajer yang tahu bersyukur, berterima kasih dan bisa menghargai kerja keras orang lain, tidak memandang uang sebagai tujuan utama dalam hidup. Sudah terlalu banyak saya melihat orang yang hanya peduli dengan uang, uang dan uang.”

Putri kemudian benar-benar bekerja keras, demikian juga dengan rekan-rekan kerja lain,semuanya bekerja keras, sehingga kinerja perusahaan berkembang secara signifikan.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya.

(Visited 40 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.