Fri. Nov 27th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais Kok Malah Ungkit Narasi Cebong Bersayap?

2 min read
Amien Rais

Amien Rais

Sharing is Caring

Akhirnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang dianggap tiba-tiba “nyelonong” bertemu Jokowi tanpa sepengetahuan dirinya.

Eks Ketua Dewan Pengarah BPN itu pun membeberkan isi pertemuannya dengan eks Danjen Kopassus itu.

“Saya tadi ada pertemuan dengan Pak Prabowo, bukan di 04 atau 06, bukan di sini, tadi di tempat lain. Berlangsung sekitar 25 menit,” kata Amien Rais di kediamannya, Kompleks Taman Gandaria Blok C Nomor 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Amien menyebut ada beberapa hal yang dibahas bersama Prabowo. Dalam pertemuan itu, Amien menyebut Prabowo menjelaskan tentang tujuannya bertemu Jokowi pada Sabtu (13/7/2019) lalu.

Baca juga  Amien Rais: Menteri-Menteri Jokowi Yang Tak Bermutu Harus Dijewer

“Isinya adalah pertama, bahwa pertemuan dengan Pak Jokowi 13 Juli kemarin itu sama sekali tidak berdiskusi, bermusyawarah, tukar pikiran, mengenai power sharing, mengenai pembagian kursi, mengenai hal-hal yang mungkin kita sangka telah terjadi,” kata Amien seperti dikutip news.detik.com (16 Juli 2019).

Amien menyebut pertemuan Prabowo dan Jokowi lebih dalam rangka untuk mempersatukan bangsa ini kembali sehingga tak ada lagi cebong atau kampret, yang ada hanyalah cebong bersayap.

“Jadi ini firmed tidak membicarakan mengenai siapa, mendapat apa, kapan, dan sebagainya. Jadi hanya betul-betul pertemuan dua tokoh yang intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur,” kata Amien.

Cebong Bersayap Identik dengan Akur?

Amien Rais memang dikenal sebagai politisi senior yang suka pakai istilah ndakik-ndakik dalam menyindir dan mengkritik rival politik. Diksinya cenderung multitafsir yang bisa mengundang tafsir positif maupun negatif.

Demikian juga soal narasi “cebong bersayap” untuk menggambarkan sikap akur antara Prabowo dan Jokowi. Tentu ini makna positif yang bisa membawa suasana makin sejuk.

Namun, tidak salah pula kalau ada yang menafsirkan diksi “cebong bersayap” sebagai sindiran menohok terhadap pendukung Jokowi yang dianggap “umpakan” dan suka bikin ulah.

Kalau tafsir itu benar, maka bisa dimaknai bahwa Amien belum sepenuhnya bisa menerima sikap adaptif Prabowo terhadap situasi politik kekinian pasca-pilpres 2019 ketika Jokowi-Ma’ruf dipastikan bakal menjadi “dwitunggal” pemimpin nasional. Wallahu a’lam! ***

(Visited 20 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.