Wed. Sep 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Rizieq Kena Cekal di Arab Saudi, FPI Tuding Pemerintah RI yang Jadi Biang Kerok?

2 min read
Munarman

Munarman

Sharing is Caring

Sekum FPI, Munarman, menuding ada pihak dari Indonesia yang menghalangi kepulangan Sang Imam Besar Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Tanah Air.

“Saya mau tegaskan sekali lagi bahwa Habib Rizieq bukan tidak mau pulang. Tetapi Habib Rizieq tidak bisa pulang karena terhalang karena ada handicapnya, yaitu berupa pencegahan keluar dari luar wilayah Saudi atas permintaan dari pihak kita di sini,” kata Munarman di Kawasan Cikini, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Munarman, berdasarkan beberapa kali kunjungannya ke Arab Saudi, ia mendengarkan langsung penuturan HRS bahwa ada permintaan kepada otoritas setempat agar HRS dilarang keluar dari Arab Saudi.

“Habib Rizieq ditanya (oleh otoritas Saudi) ada kasus ini, ada kasus ini, dan itu semua tidak ada, Habib Rizieq bisa bantah dengan bukti-bukti secara tertulis,” kata Munarman seperti dikutip inews.id (16 Juli 2019).

Munarman mengaku pihaknya sudah sejak lama memperjuangkan kepulangan HRS. Namun, karena adanya larangan yang datang dari dalam negeri, HRS tidak dapat keluar dari Arab Saudi.

Baca juga  Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Yasin Ali Naik Pitam

“Jadi, sejak lama kami sudah menginginkan Habib Rizieq pulang. Saya ngomong dari sini, semua jadi saksi ‘dari sini’ (Indonesia) permintaannya (pencegahan Rizieq keluar Arab Saudi),” kata Munarman.

Munarman menegaskan, pihaknya akan terus berusaha untuk memulangkan HRS. Bahkan, sejak awal Ijtima Ulama I digelar, FPI dan GNPF-Ulama telah memperjuangkan itu.

“Itu salah satu bentuk yang kami sebut ketidakadilan. Itu yang kami sebut dengan bentuk kezaliman. Tentu saja, kalau itu terjadi, akan kami perjuangkan. Ada atau tidak ijtima, itu yang saya katakan di awal tadi para ulama tadi memperjuangkan keadilan dalam segala bentuknya,” kata Munarman.

Sampai Kapan Framing Negatif Itu Bakal Berlangsung?

Banyak kalangan menyebut penetrasi Sekum FPI Munarman itu hanya sekadar framing negatif yang sengaja dibangun untuk menyudutkan pemerintah RI.

Apa memang pihak otoritas Arab Saudi begitu gampang disetir dan dikendalikan oleh Rezim Jokowi terkait kasus hukum yang menjerat HRS?

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi selama ini sudah terjalin baik dan harmonis. Raja Salman dan Presiden Jokowi sama-sama memiliki hubungan kesetaraan, saling menghormati, dan tidak ada salah satu pihak yang menjadi subordinat.

Yang menjadi pertanyaan, kalau memang benar FPI sengaja melakukan framing negatif untuk menyudutkan Jokowi, sampai kapan hal itu bakal berlangsung? Mampukah FPI dan HRS terus melakukan “perlawanan” selama Jokowi berkuasa? Tentu hanya FPI dan HRS yang bisa menjawabnya. ***

(Visited 53 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.