Fri. Sep 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Honorer Digaji Rp350 Ribu & Terpaksa Tinggal di Toilet, Dapat Bantuan Setelah Viral

2 min read
Sharing is Caring

Mau dipungkiri atau tidak, seorang guru tentu memiliki andil dalam keadaan kita hari ini. Menjadi orangtua kedua yang ikhlas mengajar dan mendidik putra-putri bangsa, tak salah jika para guru kerap dijuluki sang pahlawan tanpa tanda jasa.

Pun demikian, kisah pilu dan memprihatinkan juga masih sering kita dengar menimpa para guru-guru kita, termasuk sebagaimana yang menimpa ibu Nining Suryani, seorang guru honorer yang sehari-hari mengajar di SDN Karyabuana 3 Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ibu Nining sudah sekitar 15 tahun mengajar, ironisnya gaji yang diterimanya setiap bulan sedikitpun tidak mengalami kenaikan, tetap Rp350 ribu. Pada awalnya, bu Nining berharap nasibnya akan berubah ketika diangkat menjadi PNS. Sayangnya hingga usianya kini 44 tahun, ia tak kunjung diangkat menjadi PNS.

Baca juga  8 Kelakuan Konyol ini Asli Bikin Kamu Ngakak Sendiri, No 5 Patut Dicoba!

Tiga ratus lima puluh ribu tentu bukan nominal yang cukup, terlebih bu Nining dan keluarganya mengandalkan gaji tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anaknya yang dipondok. Sementara suami bu Nining hanyalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu.

Nasib buruk seolah tak ada akhirnya, dua tahun lalu rumah petak dekat sekolah yang mereka tinggali roboh karen akayunya telah lapuk. Otomatis, bu Nining dan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Bu Nining pun bermohon kepada pihak sekolah agar mengizinkannya tinggal di dalam toilet sekolah yang tak lagi terpakai. Berkat belas kasih kepala sekolah yang membelikan kayu, toilet itu bisa sedikit direnovasi agar cukup nyaman ditinggalinya.

Baca juga  5 Anime yang Berakhir dengan Kemenangan Penjahatnya

Tentu saja, bu Nining sempat merasa menyerah dan ingin mencari pekerjaan lain, namun dengan berbagai pertimbangan ia memilih menjalani profesinya sebagai pengajar dengan penuh dedikasi, meski tanpa bayaran setimpal.

Setelah berita mengenai bu Nining viral, bantuan berupa pembangunan rumah layak tinggal mulai dilaksanakan. Meski bantuan tersbut tersebut bukan berasal dari APBD melainkan dari patungan mulai dari bupati hingga kepala dinas. 

beginilah potret miris pendidikan di negri kita tercinta. Bagaimana orangtua bisa berharap pendidikan layak bagi anak-anaknya, sementara kesejahteraan guru masih sering terabaikan.

Tentu kita merasa salut pada bu Nining dan guru-guru honorer lain yang dengan ikhlas membagikan ilmu dan mengambil peran dalam pembentukan karakter anak bangsa meski jerih payah mereka dihargai jauh dari kata layak.

Baca juga  5 Pasukan Militer Khusus Wanita yang Paling Ditakuti di Dunia

Semoga kisah pilu ini sampai kepada pemerintah setempat dan dinas terkait bisa mengusahakan solusi terbaik untuk para guru honorer di seantero negri. Karena sebagai guru, entah yang berstatus honorer maupun PNS tidak ada perbedaan dari segi tuntutan mengajarnya, namun ironisnya kesejahteraan mereka sungguh jauh berbeda.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.