Fri. Sep 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Abaikan Syarat Kelengkapan SKT, FPI Kena Ultimatum Mendagri! Terancam Bubar?

2 min read
FPI

FPI

Sharing is Caring

Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut hingga saat ini FPI belum melengkapi syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kemendagri.

“(SKT) FPI sedang ditelaah. Dari 20 persyaratan, baru sepuluh yang memenuhi syarat. Terkait Kementerian Agama juga (syarat yang belum dipenuhi), ini kan ormas agama,” kata Tjahjo usai menghadiri Rakernas Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Mendagri menegaskan, negara sama sekali tak akan menghalangi setiap warga negara untuk mendirikan ormas. Pemerintah juga tidak akan mempersulit pihak mana pun untuk mendapatkan SKT Ormas. Namun, ia _mewanti-wanti _agar setiap ormas tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia.

Baca juga  Ini 4 Bom Bunuh Diri yang Targetkan Polisi Sebagai Sasaran

“Namun, tolong komitmen terhadap asas Pancasila, mengakui kebinekaan, mengakui UUD 1945,” kata Tjahjo seperti dikutip pojoksatu.id (16 Juli 2019).

Terkait hal tersebut, Tjahjo mengaku tidak akan segan-segan mencabut izin suatu ormas yang dinilai sudah melanggar.

“Jangan punya agenda lagi. Kalau punya agenda lain, mohon maaf kalau sampai nanti izinnya kita cabut,” tegas Tjahjo.

FPI Sedang Galau?

Banyak kalangan menyebut sikap abai FPI terhadap kelengkapan syarat untuk mendapatkan SKT Kemendagri lantaran saat ini ormas besutan Habib Rizieq Syihab itu sedang menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

Diakui atau tidak, ketidakberadaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab membuat para pengikutnya seperti “ayam kehilangan induknya”. Mereka seperti kehilangan seorang “patron” yang dijadikan sebagai rujukan dan panutan.

Baca juga  Raja Willem: Saya Sampaikan Penyesalan Atas Kekerasan Dari Belanda! Mahfud MD Jawab Begini

Memang, selama berada di Mekkah Arab Saudi, Rizieq kerap melontarkan seruan terkait proses dan hasil Pilpres 2019 di tanah air. Namun, seruan tanpa kehadiran Rizieq dinilai lebih dari sebuah slogan yang kehilangan rohnya.

Buktinya, seruan Rizieq untuk mendeligitimasi kemenangan Jokowi, baik aksi kepung lembaga penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) maupun “Halal Bihalal Akbar 212” untuk mengawal sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019 yang digugat Prabowo hasilnya nihil.

Jokowi-Ma’ruf dipastikan bakal menjadi “dwitunggal” di negeri ini dan jika tak ada aral melintang akan dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. Wallahu a’lam! ***

(Visited 41 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.