Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Setelah Melihat Jokowi Dan Prabowo Bertemu, Tak Disangka Reaksi Novel Bamukmin Ini

2 min read
Novel Bamukmin

Novel Bamukmin

Sharing is Caring

Prabowo telah satu suara dengan Jokowi pasca pertemuan mereka di setasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7). Baik Jokowi maupun Prabowo sepakat untuk tidak ada lagi kampret dan cebong.

Prabowo mengatakan, tak ada kampret dan cebong lagi. Yang ada Merah Putih. Sementara kata Jokowi, baik kampret ataupun cebong sudah tak ada, adanya Garuda Pancasila.

Nah, dua kutub sudah satu kata pasca Pilpres. Jika memang pengikut Prabowo atau Jokowi beneran, maka konsekuensinya harus nurut dan sejalan dengan mereka berdua.

Namun jika ada yang masih ribut saja terkait Pilpres,maka layak dicurigai ssbagai pendompleng. Pendompleng yang ingin negara ini keruh suasananya. Anda bukanlah pengikut Prabowo atau Jokowi tetapi pengikut orang lain dengan visi misi tersendiri.

Baca juga  Jadi Melebar Nih. Apa Maunya PA 212 ? Kini Serang Prabowo Dan Ungkit Masa Lalunya

Sebagaimana detik.com memberitakan, Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah menentukan sikap setelah Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo bertemu serta sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’. PA 212 menegaskan sudah tak lagi bersama Prabowo dan akan terus meneruskan perjuangan mereka.

“Secara pribadi, istilah ‘sepakat akhiri cebong dan kampret’ itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut, karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut,” kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019) dikutip detik.com

“PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional),” imbuhnya.

Baca juga  Cuma Jokowi Satu-Satunya Presiden Di Indonesia Yang Suka Makan Makanan Ndeso Ini!

Novel mengatakan PA 212 masih akan terus berjuang untuk melawan kecurangan. Dia juga mengungkit kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Sudah tidak lagi bersama Prabowo-Sandi, juga BPN-nya, karena kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019 atau petugas KPPS kurang-lebih 500-an lebih yang wafat tidak wajar,” ucapnya.

Meski begitu, Novel mengatakan PA 212 akan tetap berada di barisan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Dia menyebut akan tetap menunggu arahan dari Habib Rizieq dan ulama.**

(Visited 30 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.