Thu. Aug 13th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Prabowo Cair Ketemu Jokowi, Amien Rais Mutung ? Yusuf Martak Tarik Dukungan

2 min read
Sharing is Caring

Prabowo dan Jokowi telah bertemu dan mencairkan suasana politik yang selama ini tegang. Pertemuan kedua Capres yang bertarung dalam Pilpres 2019 itu sangatlah indah dilihat sehingga menghilangkan kekhawatiran publik atas perseteruan berkepanjangan diantara keduanya.

Sebagaimana diketahui, Prabowo dan Jokowi bertemu di setasiun MRT, Senayan Jakarta , Sabtu (13/7). Dalam pertemuan yang sangat cair itu , keduanya sepakat tak ada lagi cebong dan kampret. Yang ada , adalah Garuda Pancasila dan Merah Putih. Artinya bahwa Prabowo sudah total mengakuai kekalahan dan tak akan protes lagi. Lebih dari itu, Prabowo bahkan menyatakan siap bersedia membantu pemerintahan Jokowi 5 tahun mendatang.

Tetapi nampaknya ada pihak yang tidak suka dengan pertemuan tersebut. Siapa mereka ? Yang sudah jelas berkomentar di media adalah, Amien Rais, Novel Bamukmin dan Yusuf Martak. Padahal mereka adalah orang-orang yang kemarin fanatik membela Prabowo. Tetapi mengapa saat yang didukung sudah mengaku kalah dan menyatakan diri membantu Jokowi malah tidak suka ? Nah ini yang perlu kita kritisi. Jangan-jangan mereka punya misi sendiri dalam Pilpres 2019, bukan semata mendukung Prabowo.

Baca juga  Ramai Polemik Kartu Prakerja, Sosiolog: Masyarakat Makin Sulit Dapat Kerja

Amien Rais, kepada pers mengatakan terkejut melihat pertemuan MRT itu. Bahkan komentarnya sinis, dengan mengatakan pertemuan tiba-tiba nyelonong tanpa dirinya diajak bicara. Entah apa yang Ia maksud dengan nyelonong itu dan siapa yang dimaksud. Mungkin saja Prabowo yang dikatakan sebagai nyelonong ketemu Jokowi karna tak izin dan bicara dengan dirinya. Lah, memang Prabowo anak buah Amien sehingga apapun yang dilakukan termasuk ketemu Jokowi harus bicara dulu dangan Amien Rais ?

Novel Bamukmin, Jubir 212 langsung menyatakan bahwa pimpinannya adalah Habib Rizieq di Makkah bukan yang di Kertanegara. Maka Ia pun tak akan patuh atas apa yang Prabowo lakukan, tetapi hannya akan ikut kepada Habib Rizieq. Ia mengatakan sudah tak ada hubungan lagi dengan Prabowo.

Baca juga  Hormati Keputusan Demokrat dan Gerindra, PKS Komitmen Tetap Oposisi

Begitu juga pimpian GNPF, Yusuf Martak. Senada dengan Novel, Ia mengatakan, pihaknya tak mau lagi satu barisan dengan Prabowo. Nah loh, lalu apa yang kalian perjuangkan sebenarnya ? Kalau Prabowo adalah misi politiknya, mengapa masih ribut semantara Ia sudah menyerah kalah ?

Sebagaimana CNN Indonesia melaporkan, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menyatakan bahwa pihaknya sudah tidak berada dalam barisan pendukung Prabowo Subianto.

Diketahui, Yusuf merupakan salah satu orang yang kerap mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta selama Pilpres 2019 berjalan. Dia pun termasuk orang yang mendampingi Prabowo saat mengklaim kemenangan Pilpres 2019 tak lama setelah pemungutan suara dilakukan pada 17 April lalu.

Baca juga  5 Agustus, PA 212 Siap Gelar Ijtimak Ulama IV Tanpa Prabowo & Amien Rais

Tidak ketinggalan, dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yusuf juga terdaftar sebagai anggota Dewan Pengarah.

Meski begitu, pasca pertemuan Prabowo-Jokowi, Yusuf mengklaim pihaknya tidak pernah berada dalam satu kongsi dengan Prabowo-Sandi. Dia mengatakan GNPF Ulama hanya berada dalam jalur perjuangan yang sama pada Pilpres 2019 lalu.

“Tidak pernah kongsi. Satu alur perjuangan, iya,” kata Yusuf, dikutip CNN Indonesia (14/7).

Yusuf Martak , mengatakan, GNPF Ulama menarik diri dari barisan pendukung Prabowo-Sandi pasca pertemuan MRT. **

(Visited 33 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.