Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Pilpres Kelar, GNPF-Ulama Nekad Bakal Gelar Ijtimak? Emang Masih Ngaruh?

2 min read
GNPF-Ulama

GNPF-Ulama

Sharing is Caring

GNPF-Ulama tampaknya benar-benar kecewa berat atas sikap Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang tidak menolak rekonsiliasi dengan Jokowi. Bahkan, kedua tokoh itu malah cipika-cipiki di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta, Sabtu (13 Juli 2019).

Terkait hal tersebut, GNPF-Ulama kabarnya bakal segera menggelar Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional ke-4. Meski demikian, Ketum GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak membantah kalau Ijtimak Ulama yang bakal digelar sebagai respons atas pertemuan Jokowi-Prabowo.

“Kami merencanakan akan mengadakan rapat untuk kepanitiaan guna pelaksanaan Ijtimak Ulama yang ke-4. Jadi sampai hari ini kami santai-santai, tenang-tenang, tidak terpengaruh dengan isu maupun apa pun yang terjadi atau sesuatu peristiwa atau pertemuan,” kata Yusuf di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Yusuf menegaskan secara garis besar ijtimak akan membahas sikap umat yang bergabung dalam GNPF-Ulama atas kondisi bangsa saat ini.

Baca juga  Prabowo Dikabarkan Bangkrut Pasca Pilpres, Begini Respon Gerindra

Sementara itu, Jubir FPI, Munarman, menegaskan ijtimak kali ini untuk konsolidasi dan mengevaluasi seluruh keputusan yang lahir dalam ijtimak sebelumnya.

Munarman mengklaim ijtimak yang digelar GNPF-Ulama bukan hanya membahas soal politik, melainkan juga membahas soal dakwah, ekonomi, hingga kemanusiaan.

Terkait soal politik, Munarman menyebut ijtimak digelar untuk memperjuangkan tata nilai. Dengan tegas ia membantah kalau ijtimak hanya untuk kepentingan politik praktis memperebutkan kekuasaan.

“Kita para ulama sejak awal ingin memperjuangkan keadilan, memperjuangkan kesamaan. Jadi kepada yang lemah kita bantu, kepada yang sudah kuat artinya dia kami persilakan berusaha sendiri di bidang ekonomi, politik, dan hukum,” kata Munarman seperti dikutip cnnindonesia.com (15/07/2019).

Munarman menyebut, selain keadilan, ijtimak juga digelar untuk melawan diskriminasi, kecurangan, kezaliman, dan ketidakadilan yang membuat umat Islam selama ini menderita. Ia pun meminta semua pihak tidak menilai ijtimak yang digelar GNPF-Ulama bermuatan politis.

Baca juga  Jokowi-Prabowo Bertemu di Sate Senayan, Sang Manajer Beberkan Fakta Tak Terduga!

Bukan Kekuatan Islam “Arus Utama”

Banyak kalangan menyebut, pernyataan Ketum GNPF-Ulama dan Jubir FPI hanya sekadar ngeles untuk menutupi kekecewaan mereka atas pertemuan Jokowi-Prabowo. Kalau mereka bilang bahwa ijtimak ulama jilid IV merupakan kelanjutan dari Ijtimak Ulama sebelumnya, kenapa tidak boleh disebut bermuatan politik?

Bukankah Ijtimak Ulama Jilid I, II, dan III memang merupakan ijtimak politik terkait proses kandidasi dan dukungan politik GNPF-Ulama terhadap capres-cawapres? Kenapa sekarang mereka menghindar dari stigma sebagai ijtimak ulama bermuatan politik?

Taruhlah memang semata-mata untuk melawan diskriminasi, kecurangan, kezaliman, dan ketidakadilan, lantas adakah dampaknya terhadap perubahan di negeri ini?

GNPF-Ulama, FPI, Persaudaraan Alumni (PA) 212, atau Forum Umat Islam (FUI) disebut-sebut merupakan komunitas yang sama-sama berkiblat ke Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Baca juga  Akhirnya Istana Buka Suara Soal Rekayasa Penyerangan Novel Baswedan, Tak Diduga Bilang Ini

Ormas dan komunitas Islam tersebut dinilai bukan kekuatan Islam “arus utama” yang merepresentasikan umat Islam sebagaimana NU dan Muhammadiyah sehingga dinilai sulit untuk membuat perubahan. Wallahu a’lam! ***

(Visited 16 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.