Fri. Sep 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

PA 212 Kecewa Dan Serang Prabowo. Sandiaga Angkat Bicara. Untuk Kepentingan Siapa ?

2 min read
Sandiaga uno

Sandiaga uno

Sharing is Caring

Pasca pertemuan Prabowo dengan Jokowi di MRT , Jakarta , Sabtu (14/7), kelompok PA 212 mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya mereka merasa ditinggal dan tak diajak rembukan terkait pertemuan tersebut. Oleh karna itu, PA 212 kemudian menyatakan menarik diri dari dukungannya kepada Prabowo. Mereka menyatakan sudah tidak lagi bersama mereka.

Tak cukup hanya sampai di situ, PA 212 bahkan langsung menyerang pribadi Prabowo sebagai sosok yang kurang adab pada ijtimak ulama sejak lama, yakni sejak itjimak ulama pertama dan seterusnya. Hal itu ditunjukan dengan mengambil keputusan sepihak atas pengambilan Sandiaga sebagai Cawapresnya yang bukan rekomendasi mereka. Mestinya dua nama rekomendasi Cawapres untuk Prabowo yakni , Salim Jufri dan Abdul Somad.

Baca juga  Sudah 2 Tahun Jadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Beberkan Sederet Prestasi Ke Publik, Simak!

Nah , atas serangan PA 212 kepada Prabowo ini, Sandiaga Uno langsung angkat bicara. Ia meminta kepada para relawan yang kecewa untuk tidak marah dengan menyerang person dirinya juga Prabowo. Karna apa yang dilakukan Prabowo dengan ketemu Jokowi adalah untuk kepentingan bangsa dan negara sesuai visi misisnya, Indonesia Adil Makmur.

“Ini yang selalu kami sampaikan pada para relawan, jangan menyalahkan persona, jangan marah pada Pak Prabowo, jangan marah pada saya. tapi ini harus kita salurkan pada sesuatu yang positif untuk mewujudkan cita-cita dan gagasan,” ucap Sandiaga, kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/7/2019) dikutip detik.com

Sandiaga Uno akan menenangkan pendukung yang kecewa. Dia akan menjelaskan maksud dari pertemuan itu. Satu-satunya relawan dan kelompok yang kecewa atas pertemuan Jokowi-Prabowo adalah PA 212.

Baca juga  Amien Rais: Gabung Jokowi Sama dengan Gadaikan Akidah

“Saya sudah sampaikan, kita akan beri penjelasan. Bahwa, kepentingan bangsa dan negara kita dahulukan. Dan Pak Prabowo melakukan perjuangan apa yang para relawan ingin hadirkan waktu itu, yaitu Indonesia adil dan makmur,” ucap pasangan politik Prabowo itu.

Sandiaga menjelaskan, perjuangan untuk membuat Indonesia adil dan makmur tidak terhenti sampai putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi pada 27 Juni 2019 lalu. **

(Visited 19 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.