Sun. Dec 6th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Jokowi-Prabowo Hangat Bertemu, PA 212 Sontak Angkat Kaki? Tunggu Titah dari Mekkah?

2 min read
PA 212

PA 212

Sharing is Caring

Persaudaraan Alumni (PA) 212 tampaknya termasuk pihak yang kecewa berat dan berang atas pertemuan Jokowi-Prabowo yang berlangsung di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta, Sabtu (13 Juli 2019).

Pasalnya, komunitas umat Islam yang “berkiblat” pada Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab itu disebut-sebut termasuk salah satu pendukung “fanatik” Prabowo yang tidak menghendaki adanya rekonsiliasi antara dua tokoh terbaik bangsa itu.

Oleh karena itu, sangat dimaklumi kalau PA 212 sontak angkat kaki ketika menyaksikan Prabowo bertemu dengan Jokowi dalam suasana hangat, akrab, bahkan mesra.

Kepala Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis, menyebut pihaknya masih menunggu titah dari Habib Rizieq yang hingga kini bermukim di Mekkah Arab Saudi yang dianggap terzalimi.

Baca juga  Ketua Umum FPI: Pemerintah Lamban Tangani Corona, Seperti Meremehkan! Netizen Jawab Begini

Damai menegaskan perjuangan Prabowo sudah berhenti lantaran memutuskan untuk bertemu dengan Jokowi. Namun, PA 212 mengaku akan berjalan maju untuk terus berjuang.

“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Prabowo, artinya kami jalan terus. Prabowo sudah sampai tujuan, mungkin, jadi sudah selesai. Kalau kami tetap berjuang. Jadi kami mengucapkan selamat tinggal Bapak Prabowo. Yang kedua, kami menunggu perintah dari, apa pun, kami menunggu perintah oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang ada di Kota Mekkah sekarang ini, yang masih terzalimi,” kata Damai seperti dikutip tribunwow.com (15 Juli 2019).

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk?

Diakui atau tidak, selama Rizieq Syihab berada di Mekkah Arab Saudi, para pengikutnya seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka dinilai sulit melakukan gerakan-gerakan taktis dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam versi PA 212.

Baca juga  5 Agustus, Para Ulama Berkumpul Bahas Upaya Pemulangan Habib Rizieq!

Untuk mengartikulasikan seruan dan titah Rizieq, PA 212 tentu butuh bimbingan dan arahan konkret dari sang “patron” politik. Dan itu hanya bisa dilakukan jika Rizieq berada di tanah air.

Sayangnya, keberadaan Rizieq di Arab Saudi kabarnya tengah terkandung masalah terkait dengan habisnya visa tinggal (overstay) sehingga harus kena denda senilai Rp110 juta sehingga belum bisa dipastikan kapan Habib Rizieq pulang ke Petamburan. Entah sampai kapan? ***

(Visited 23 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.