Thu. Oct 29th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Jadi Melebar Nih. Apa Maunya PA 212 ? Kini Serang Prabowo Dan Ungkit Masa Lalunya

2 min read
PA 212

PA 212

Sharing is Caring

Nampaknya PA 212 tak hanya cukup menyatakan sudah tak lagi bersama Prabowo pasca pertemuan MRT , Jokowi-Prabowo. Ia bahkan langsung menyerang Pribadi Prabowo begitu tak lagi bisa diajak sejalan dengan kemauan mereka.

Nah loh, kalau begitu apa maunya PA 212 sebenarnya dengan Pilpres ini ? Pilpres sudah selesai dan Jokowi menang sah secara hukum baik di KPU maupun MK pada jalur terakhir sengketa.

Sementara itu, Prabowo sendiri juga sudah mengakui dan menerima kekalahannya serta melakukan pertemuan ‘rujuk’ , rekonsiliasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Prabowo sepakat tak ada lagi kampret dan cebong hasil pertemuan MRT itu. Baik Jokowi maupun Prabowo sepakat ke depan yang ada adalah Merah Putih dan Garudan Pancasila.

Baca juga  Menhub BKS Positif Corona, Protokoler Tracing Mengarah ke Pejabat Siapa Saja?

Lalu mengapa kemudian PA 212 malah menyerang pribadi Prabowo dan apa motifnya ? Pilpres sudah selesai dan tak ada gunanya menjelek-jelekan Prabowo atau Jokowi.

Sebagaimana detik.com memberitakan, Ijtimak Ulama mengungkit akhlak Prabowo usai Ketum Partai Gerindra itu bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Prabowo dinilai sudah menampakkan kurangnya adab sejak ijtimak ulama I & II.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis. “PS sudah menampakkan kekurang beradabannya sejak pasca-Ijtimak Ulama pertama kepada para ulama yang melakukan Ijtimak Ulama pertama atau yang ke-1, lalu ada Ijtimak Ulama ke-2,” kata Damai dalam keterangannya, Minggu (14/7/2019) dikutip detik.com

Damai menyebut Ijtimak Ulama kedua bertujuan mengajarkan Prabowo tata cara beradab terhadap ulama. Namun, menurutnya, itu tidak berpengaruh karena Prabowo pada akhirnya mengambil keputusan tanpa tabayun (meminta pendapat) kepada ulama terkait pertemuan dengan Jokowi.

Baca juga  Isu Sara Dan Sumbu Pendek Masyarakat Papua. Abdul Somad Gegabah Di Bumi Nusantara

“Ijtimak Ulama kedua intinya adalah untuk mengajarkan PS (Prabowo Subianto) bagaimana cara beradab terhadap ulama dengan memilih cawapresnya, Sandi, tanpa melalui konsultasi kepada para ulama pendukungnya. Nyatanya pada akhirnya PS lagi-lagi membuat putusan yang tanpa konsultasi atau tabayun mengambil keputusan,” tutur Damai.

Sementara itu, partai Gerindra menegaskan bahwa Prabowo pasti akan memberi penjelasan terkait pertemuannya dengan Jokowi. Gerindra juga menyebut Prabowo hingga saat ini masih menghormati ulama. 

Nah loh, soal adab Prabowo seandainya benar adanya, mengapa baru diungkap sekarang yang tak akan lagi punya pengaruh apa-apa secara politis, karna Pilpres sudah selesai ? Terlambat . **

(Visited 56 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.