Thu. Oct 29th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

GNPF-Ulama Bakal Kembali Dukung Prabowo Jika Ikut Indonesian Idol? Waduh, Sinis Banget!

2 min read
GNPF-Ulama

GNPF-Ulama

Sharing is Caring

“Dahulu loyang, sekarang besi, dahulu sayang, sekarang benci!” Mungkin begitulah adagium yang tepat untuk menggambarkan sikap GNPF-Ulama terhadap Ketum Gerindra Prabowo Subianto setelah dipastikan gagal menjadi orang nomor 1 di negeri ini.

Saat Pilpres Prabowo dielu-elukan sebagai capres pilihan ijtimak ulama yang digadang-gadang bakal menjadi seorang presiden, tapi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo-Sandi terkait sengketa hasil Pilpres 2019, bahkan Prabowo malah “mesra” dengan Jokowi dalam sebuah pertemuan yang bersejarah di stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta (13 Juli 2019), sikap GNPF-Ulama sontak berubah 180 derajat.

Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, menyatakan dukungan untuk Prabowo sebenarnya sudah selesai sejak MK memutuskan menolak semua gugatan Prabowo-Sandi.

Baca juga  Terungkap! Prabowo Berkirim Surat ke Neno Warisman, Apa Isinya Ya?

“Jadi sekali lagi kalau (Prabowo Subianto) mau didukung, mau jadi apalagi? Karena (putusan) MK sudah terakhir, kecuali kalau mau masuk Indonesian Idol. Karena Indonesia Idol ada terus setiap saat. Ini beda. Jadi kita tidak ada lagi hal-hal (mendukung) itu,” kata Yusuf Martak saat jumpa pers di Hotel Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Yusuf Martak menyebut, GNPF berencana menggelar Ijtima Ulama ke-IV pada awal Agustus 2019 guna menampung saran ulama untuk menentukan sikap pasca-Pilpres 2019.

“Jadi ini Ijtimak Ulama ke-IV akan menampung saran para ulama tentang ke depan. Kami lebih mengarah jauh ke depan mengenai kemaslahatan,” kata Yusuf seperti dikutip suara.com (15 Juli 2019).

“Legacy” Buruk buat Bangsa

Sah-sah saja kalau GNPF-Ulama menentukan sikap “politik”-nya pasca-pilpres 2019 yang sempat gaduh dan panas. Itu hak sepenuhnya dari GNPF-Ulama. Namun, kontrasnya sikap GNPF-Ulama justru menimbulkan tanda tanya di benak publik, khususnya di kalangan umat Islam.

Pasalnya, sikap GNPF-Ulama dinilai tidak mencerminkan adab ulama yang sudah “selesai dengan dirinya”. Artinya, tetap istiqomah memberikan dukungan, baik dalam suka maupun duka.

Komunitas yang mengklaim dirinya sebagai sekelompok ulama pejuang kepentingan umat seharusnya lebih fokus pada bidang dakwah dan pemberdayaan umat, kenapa harus repot-repot mengurusi masalah politik praktis yang bersifat duniawi?

Yang lebih ironis, GNPF-Ulama terkesan “mencampakkan” dan merendahkan marwah Prabowo lewat diksi tak sedap, “bakal dukung Prabowo jika mengikuti program Indonesian Idol”! Hem, sebuah “legacy” yang buruk buat bangsa! Wallahu a’lam! ***

(Visited 44 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.