Wed. Nov 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

6 Kebohongan Sejarah Dimana Klaim Penemuan Ini Tidak Benar-Benar Ditemukan

4 min read
Sharing is Caring

Banyak hal yang mungkin telah ditemukan oleh manusia. Bahkan beberapa hal sudah lama ditemukan dan sudah menjadi sejarah. Ada juga beberapa yang tidak terlalu lama ditemukan dan belum menjadi sejarah, tetapi sudah banyak diketahui dan dipercayai.

Namun, dari beberapa hal yang ditemukan ada beberapa hal yang pada dasarnya tidak benar-benar ditemukan. Diantaranya mungkin ada yang sudah dipercayai atau mungkin sudah diketahui. Yang jelas beberapa hal itu bisa beranekaragam, bahkan sampai melibatkan makhluk mitologi dan unsur.

Dan Inilah Beberapa Hal yang Ditemukan yang Pada Dasarnya Tidak Benar-Benar Ditemukan :

1. Brontosaurus

Siapa yang tidak mengenal dinosaurus ini? Mungkin sebagian banyak orang sudah mengenalnya. Namun, dibalik semua itu ternyata ada cerita yang terjadi. Dimulai ketika Othniel Charles Marsh dan Edward Drinker Cope berada pada periode yang disebut Perang Bone (kompetisi menamai fosil dinosaurus baru)

Pada tahun 1877, Marsh menemukan fosil dinosaurus tidak lengkap dan tidak memiliki kepala dan mengumumkan sebagai penemuan dinosaurus baru pada tahun 1883. Namun, ia menambahkan kepala dinosaurus lain. Dia menamai penemuan barunya Apatosaurus. Kemudian, Marsh menemukan fosil dinosaurus yang tampak serupa pada tahun 1885. Dia menyebutnya Brontosaurus.

Kenyataannya fosil yang disebut Brontosaurus adalah Apatosaurus yang lebih lengkap. Beberapa ilmuwan menemukan tipuan Marsh pada tahun 1903 dan menyatakan bahwa Brontosaurus adalah Apatosaurus . Brontosaurus dibangkitkan sebagai genusnya sendiri pada tahun 2015, tetapi Marsh 1885 Brontosaurus masih merupakan contoh dari Apatosaurus.

Baca juga  3 Kesalahan Istri Terhadap Suami, No 1 Paling Fatal

2. Neith – Dianggap Bulan Venus

Neith pernah dianggap oleh beberapa ilmuwan sebagai Bulan dari Venus. Hal itu diketahui pertama kali dari laporan astronom bernama Giovanni Domenico Cassini pada 25 Januari 1672 dan melaporkan lagi pada 28 Agustus 1686. Pada laporannya dia mengatakan jika penemuan bulan berukuran seperempat ukuran Venus. Ditambah dengan James Short juga melaporkan melihatnya pada 23 Oktober 1740.

Namun, beberapa astronom terkemuka sama sekali tidak dapat menemukannya. Kemudian Observatorium Wina pada bulan Desember 1757 membantah keberadaan Neith dan tidak melihatnya menggunakan beberapa teleskop di observatorium. Akhirnya terungkap jika itu diakibatkan teleskop yang rusak. Hal itu dinyatakan oleh M. Paul Stroobant pada tahun 1887.

3. Nebulium

Pada perkembangan tabel periodik, tabel periodik memiliki ruang kosong untuk diisi dengan unsur/elemen yang belum ditemukan namun diramalkan akan ditemukan. Para ahli kimia sering berlomba untuk menemukan elemen yang belum ditemukan dan menamainya.

Namun, terkadang ada kekeliruan unsur yang ternyata tidak benar-benar ada. Nibulium contohnya.

Nebulium adalah sejenis elemen yang diumumkan oleh Sir William Huggins setelah pengamatannya dengan spektroskop. Spektroskop akan bekerja dengan prisma yang dapat memisahkan cahaya menjadi panjang gelombang yang berbeda. Ini akan mengungkapkan keberadaan elemen baru karena setiap elemen memancarkan dan menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda.

Pada pengamatannya, Huggins percaya bahwa dia telah menemukan elemen baru karena memancarkan dua cahaya hijau yang pada saat itu tidak diketahui ada elemen yang memancarkan cahaya seperti itu. Namun, akhirnya keberadaan nebulium dibantah pada tahun 1927. Ira Bowen menyebut bahwa “nebulium” sebenarnya adalah oksigen, hanya saja dalam keadaan tidak pernah ada di bumi.

Baca juga  Gara-gara 5 Mimpi Tidur Orang Ini, Sejarah Dunia Berubah Total

4. Florentium

Florentium dianggap sebagai elemen ke 61 tabel periodik pada tahun 1926 oleh Luigi Rolla. Kemudian, rekan Rolla, Lorenzo Fernandes, menyerukan pencabutan “penemuan” itu. Namun, Rollo bersikeras bahwa florentium ada. Selain itu, kimiawan lain dari Universitas Illinois mengklaim penemuan unsur 61 beberapa bulan setelah Rollo melakukannya. Mereka menyebutnya illinium.

Dan akhirnya baik florentium atau illinium dibantah. Elemen nyata 61 adalah promethium, elemen radioaktif yang jarang ada secara alami di Bumi. Rollo yang malu menulis pencabutan elemen florentium dalam jurnal yang diterbitkan di Vatikan.

5. Pulau Buss

Pulau Buss sering diklaim atas nama penjelajah Martin Frobisher, meskipun pertama kali ditemukan oleh Kapten James Newton selama ekspedisi 1578. Pulau ini diumumkan dalam ekspedisi melewati Greenland Selatan.

Anehnya, kapal-kapal lain yang secara teratur melewati daerah itu tidak pernah melihat keberadaanya. Namun, tidak ada yang mempertanyakan Kapten Newton, dan para kartografer menambahkan Pulau Buss ke peta mereka.

Ini berubah pada 1668, ketika Kapten Zachariah Gillam melaporkan melihat Buss. Beberapa tahun kemudian, Kapten Thomas Shepherd dari Hudson Bay Company mengklaim telah melihat dan bahkan mendarat di pulau itu.

Kemudian, ekspedisi dua kapal yang dipimpin oleh Kapten Shepherd untuk menjelajahi pulau itu. Namun, Kapten Shepherd tidak dapat menemukannya.

Baca juga  Sejarah Kacamata, Alat Bantu Lihat yang Asalnya Dulu Jadi Lambang Kebangsawanan

Pulau Buss akhirnya terbukti tidak ada di abad ke-18. Ada saran bahwa itu bisa tenggelam karena aktivitas vulkanik. Namun, pencarian dasar laut mengungkapkan tidak ada pulau yang tenggelam di sana. Saran lain adalah bahwa itu adalah fatamorgana atau bahwa beberapa pulau yang sudah dikenal salah dengan yang baru. Beberapa bahkan berpikir kapten mengira Greenland bagian dari pulau

6. Putri Duyung – Ditemukan Oleh Christopher Columbus

Keberadaan putri duyung mungkin memang tidak dapat dipercayai sampai sekarang. Keberadaan yang menjadi tanda tanya ini membuat kita sangat ragu untuk mempercayainya. Bahkan jika ada orang yang berkata jika orang tersebut menemukan putri duyung, mereka tidak akan percaya sebelum melihatnya langsung.

Namun, terlepas dari hal itu ada sejarah dimana Christopher Columbus pernah melihat Putri duyung secara langsung. Pada saat itu Christopher Columbus melihat tiga putri duyung berenang di laut saat ia melakukan perjalanan pertamanya ke Amerika pada 1493.

Dan bukan hanya Colombus, tetapi juga nelayan lainnya juka mengaku hal yang sama. Namun, sekarang kita tahu apa yang disebut putri duyung ini sebenarnya manatee. Mereka diketahui keluar dari air dengan ekor mereka yang seolah-olah adalah putri duyung yang muncul di permukaan. Mereka juga memiliki lima set tulang seperti jari di lengan depan mereka dan dapat memutar kepala seperti manusia.

(Visited 62 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.