Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

5 Temuan Tengkorak Palsu yang Mengejutkan Ilmuwan

2 min read

A5XMNA A distorted skull of a Nazcan (Nazca Ica - Peru). Crane deforme d'un Nazcan (Nazca Ica - Perou).. Image shot 2007. Exact date unknown.

Sharing is Caring

Tengkorak adalah bagian kerangka yang menarik, karena tengkorak memberi gambaran seperti apa wajah pemiliknya. Bagi mereka yang mempelajarinya, tengkorak juga dapat memberikan banyak informasi tentang diet, gaya hidup, kesehatan, usia, dan bahkan ukuran otak. Sepanjang sejarah, banyak tengkorak aneh telah ditemukan yang tampaknya bertentangan dengan semua pengetahuan sebelumnya. Terkadang tengkorak seperti itu mengarah pada pemahaman yang lebih baik di berbagai bidang, tetapi sayangnya selalu ada orang yang suka membuat tengkorak yang tidak biasa untuk perhatian dan keuntungan.

Starchild Skull

Tengkorak ini ditemukan di Meksiko sekitar tahun 1930 tetapi diperlihatkan kepada publik oleh Lord Pye pada tahun 1999. Tengkorak ini diklaim sebagai tengkorak bayi alien atau hibrida alien-manusia. Pye mengklaim bahwa penanggalan radiokarbon membuktikan bahwa tengkorak itu berumur 900 tahun dan para ilmuwan anonim telah mengkonfirmasi bahwa itu adalah tengkorak alien. Namun, tes DNA independen mengungkapkan bahwa tengkorak itu adalah penduduk asli Amerika, milik seorang anak yang mungkin menderita hidrosefalus, kelainan bawaan di mana ada terlalu banyak cairan di tengkorak.

Baca juga  Penemuan Hebat Yang Tak Dihargai Di Negara Sendiri Tapi Paling Dicari-Cari Di Negara Lain!

Calveras Skull

Tengkorak ini ditemukan oleh para penambang di Calaveras, AS, pada tahun 1866. Tengkorak ini digunakan oleh Josiah Whitney sebagai bukti bahwa manusia telah hidup di Amerika sejak jaman Pliosen, lebih dari dua juta tahun yang lalu. Tes kimia menunjukkan bahwa tengkorak itu sebenarnya jauh lebih baru, dan kisah penemuannya tidak sesuai dengan kondisi tengkorak itu sendiri, namun Whitney tetap bersikeras bahwa itu asli.

Frenologi

Phrenology adalah ilmu pseudosain Eropa yang populer pada abad ke-19. Dokter mengamati bahwa orang-orang yang otaknya menonjol di daerah-daerah tertentu memiliki kemampuan mental yang sesuai. Teori ini mengarah pada gagasan bahwa dengan mengukur tonjolan kecil pada tengkorak, mereka dapat menentukan bentuk otak dan menyimpulkan data tentang kemampuan mental seseorang. Banyak orang menggunakannya untuk menunjukkan bahwa mereka secara intrinsik lebih unggul daripada orang lain.

Baca juga  10 Orang Ini Berhasil Merubah Barang Bekas Menjadi Layak Pakai Kembali

Piltdown

Pada tahun 1912 di Piltdown, Inggris, Charles Dawson menemukan tengkorak aneh yang tampak merupakan hasil campuran aneh antara manusia dan kera. Dia mengklaim temuan itu adalah ‘tautan yang hilang’ antara manusia dan kera. Tengkorak itu sebenarnya adalah tengkorak manusia yang digabung dengan gigi simpanse mandibula dan orangutan.

Batavus Genuinus

Pada tahun 1828, tengkorak aneh dari pulau Marken di Belanda ditemukan. Meskipun hasil pengujian menunjukkan tengkorak ini sebagai tengkorak modern, tapi bentuknya berbeda dari tengkorak manusia lainnya, dengan dahi yang miring. Hipotesa menjelaskan bahwa penduduk pulau itu sebenarnya bukan homo sapiens tetapi hominid yang lebih kuno yang telah berevolusi secara terpisah, dijuluki ‘batavus genuinus.’ Para antropolog mencatat bahwa penduduk pulau itu memang memiliki dahi yang miring, dan beberapa menyatakan bahwa mereka adalah keturunan modern dari Neanderthal. Pada tahun 1912, seorang dokter Belanda akhirnya menunjukkan bahwa pakaian tradisional ketat yang dikenakan oleh anak-anak Marken adalah penyebab dahi miring ini.

Baca juga  5 Temuan Arkeologi yang Menakjubkan
(Visited 17 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.