Mon. Oct 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Misteri Aneh Laut Mati berhasil Dipecahkan!

2 min read
Sharing is Caring

Selama ribuan tahun manusia telah berbondong-bondong mengunjungi Laut Mati.

Laut Mati sebenarnya merupakan danau hipersalin yang terputus dari perairan Mediterania dan semakin asin seiring waktu, hingga hampir 10 kali lebih asin daripada air laut.

Sebagian besar transisi ini didorong oleh aktivitas manusia. Air tawar dari Sungai Jordan memberi makan Laut Mati, namun beberapa dekade belakangan ini air tawar dari Sungai Jordan dialihkan untuk tujuan lain, termasuk pertanian, pertambangan, dan air minum.

Dengan air tawar yang tidak lagi masuk, kadar air Laut Mati yang asin perlahan-lahan menguap, menyisakan kristal garam berkerak.

Tetapi keberadaan kristal garam ini membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Para peneliti mengamati bahwa kristal garam mengendap dari lapisan atas air dan turun perlahan seperti salju kemudian menumpuk di dasar danau.

Baca juga  Tak Lagi Dilarang, Valentine Day di Arab Saudi Digelar Mewah nan Meriah

Fenomena ini secara umum disebut fingering garam, tetapi para ilmuwan tidak memahami bagaimana ini terjadi di Laut Mati.

“Awalnya ini membentuk bagian kecil yang terlalu kecil untuk diamati … tetapi dengan cepat berinteraksi satu sama lain ketika bergerak turun, dan membentuk struktur yang lebih besar dan lebih besar,” kata insinyur mesin Raphael Ouillon dari University of California Santa Barbara.

Dalam penelitian baru, Ouillon dan timnya mempelajari fenomena ini di Laut Mati, dan menemukan apa yang membuatnya terjadi.

Ketika sinar matahari menyinari Laut Mati, lapisan atas danau menjadi lebih hangat daripada air dingin di bawahnya. Hal ini membuat air menguap di permukaan yang dipanaskan, dan lapisan atas air menjadi garam secara keseluruhan.

Baca juga  5 Pertanda Buruk yang Datang Bersama Komet

Sebelumnya, para peneliti tidak mengerti bagaimana garam di Laut Mati bisa berpindah dari lapisan atas danau, karena air hangat dan dingin biasanya tidak akan bercampur dengan mudah.

Dalam penelitian baru, Ouillon dan timnya mensimulasikan bagaimana hal itu mungkin terjadi, jika gelombang atau sumber gerak lain mendorong bidang kecil air hangat ke bawah untuk bercampur dengan air dingin.

Ketika ini terjadi, air panas menjadi dingin, yang membuatnya mengeluarkan kandungan garamnya; konten itu kemudian mulai turun seperti salju ke dasar danau.

(Visited 49 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.