Sun. Aug 9th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Melahirkan Anak Kembar, Mertua Beri Mobil Mewah. Saat Adik Ipar Pinjam, Ternyata Mobil…

3 min read
Sharing is Caring

Wanita ini bercerita. Anggota keluargaku termasuk orang-orang yang cerdas, bahkan di antaranya ada yang menjadi profesor. Lantaran aku satu-satunya anak perempuan di keluargaku, maka tuntutan orangtua pun sangat tinggi kepadaku sehingg tidak ada kesempatan untukku menjalin cinta.

Aku kemudian mulai masuk dalam dunia kerja dan berusaha mencari pasangan hidup. Sampai akhirnya, aku pun berpacaran dengan seorang pria kaya. Namun, kedua orangtuaku justru tidak menyetujuinya karena takut nanti aku dianiaya.Tapi pacarku orangnya sangat baik dan tidak main-main denganku. Ia juga memiliki seorang adik perempuan, namun sangat keras kepala. Begitu juga dengan ibunya yang sepertinya tidak begitu menyukaiku. Tapi pacarku tetap teguh dan akhirnya kami pun menikah.

Tidak lama setelah menikah aku pun hamil, namun ibu mertua dan adik suamiku tetap saja acuh tak acuh. Mereka bahkan membullyku dengan menyuruhku melakukan berbagai macam aktivitas meski di rumah ada pembantu. Sementara mereka malah santai-santai di sofa lihat televisi, main handphone, sangat terlihat kalau mereka tidak menghargaiku.

Baca juga  The 2019-nCoV Tiba di Eropa

Akhirnya, aku pun melahirkan anak kembar perempuan. Namun, ibu mertua masih saja tidak senang dan tidak peduli denganku. Aku kemudian mencari ibuku untuk membantuku. Aku sebenarnya tidak tega meminta bantuan ibuku karena kakinya sedang sakit, tapi apa daya, aku tidak mampu mengurus kedua anakku sendirian.

Lantaran merasa sudah tidak tahan melihat sikapnya, suamiku pun akhirnya berbicara kepada ibunya. Tapi ibu mertuaku justru berkata, “Cari saja suster buat bantu-bantu? Kenapa melahirkan anak saja jadi merepotkan sana-sini, memang dia orang cacat?”

Suamiku akhirnya menyuruh ibunya untuk diam, sehingga ibu mertuaku pun tidak berani bicara lagi. Meski ayah mertuaku tidak menyukaiku, tapi paling tidak ia masih menghargaiku. Saat anakku berusia sebulan, ayah mertuaku membiarkan ibu mertua membelikanku sebuah mobil mewah. Aku tentu saja sangat senang dengan hadiah yang diberikan dan sangat berterima kasih kepada ayah mertuaku.

Baca juga  5 Film Barat dengan Visual Efek Terburuk

Tapi baru aku mau mengambil kuncil mobil tersebut, adik iparku malah langsung merebutnya dan dengan manja ia berkata kepada ibunya tersebut kalau mau pinjam mobil itu beberapa hari.

Meski aku sempat merasa sangat marah, tapi akhirnya aku relakan saja ia meminjam mobil selama beberapa hari. Aku malas bertengkar dengannya apalagi hari itu adalah hari bahagia, yaitu hari ulang tahun 1 bulan anakku. Apalagi suamiku selalu mencintai dan menjagaku. Aku mau apa, ia pasti akan membelikan untukku.

Tak disangka, belum sampai 1 bulan, adik iparku justru merusak mobil baru yang ia pinjam dariku. Aku benar-benar marah. Dan yang lebih membuatku naik darah, ia sama sekali tidak meminta maaf kepadaku bahkan hanya berkata,

Baca juga  Perampokan Lucu Terjadi di Bank ini!

“Mobilnya aku kembalikan. Jika ayah dan ibu bertanya, jangan katakan kalau itu adalah perbuatanku.”

Tidak ingin kedua mertuaku menyalahkannya, aku pun akhirnya tidak memberi tahu mereka dan membiarkan saja semuanya lewat begitu saja. Lagi pula itu juga bukan mobilku, jadi aku juga tidak begitu sakit hati.

Meskipun keluarga suamiku tidak baik kepadaku, tapi suamiku sendiri sangat menghargai dan menyayangiku, ditambah lagi dengan lahirnya anak kembarku yang lucu. Akhirnya, aku pun berpikir untuk tidak terlalu memikirkan perbuatan keluarga suamiku dan lebih memilih untuk hidup baik-baik dengan suami dan anak-anakku.

ah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya.

(Visited 49 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.