Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Tata Tertib RW Gemparkan Warga Malang

3 min read
Sharing is Caring

Malang – Tata tertib (Tatib) RT/RW memang sudah sewajarnya dibuat untuk ditaati demi kenyamanan bersama selama masih logic dan bisa diterima akal sehat.

Akan tetapi, warganet menilai tatib yang ada di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini sangat “mencekik” warga. Betapa tidak, pada poin 3 tatib tersebut menyebutkan bahwa “Setiap warga yang menjual tanah/rumah yang berada di lingkungan RW 02 wajib melapor kepada Ketua RT setempat untuk selanjutnya Ketua RT melakukan pendampingan pada saat proses jual-beli dan pihak penjual memberikan kompensasi sebesar 2% dari nilai transaksi”.

Sedangkan pada poin 2 Tatib tersebut, warga yang pindah masuk ke wilayah Lingkungan RW 02 Tebo Selatan, baik yang pindah menetap, kontrak maupun kost juga diwajibkan melapor dan mengisi kas RW dengan nominal mencapai jutaan rupiah.

Yang menjadi sorotan warganet dalam tatib tersebut adalah poin 2 dan 3. Sedangkan pada poin yang lain warganet menilai wajar dan sah-sah saja ditetapkan.

Baca juga  6 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Gak Bisa Dihancurkan

Tatib itu sebelumnya menghebohkan dunia maya setelah salah satu akun bernama Cintya Laksono mengunggahnya di grup Facebook Komunitas Peduli Malang. Ada ribuan netizen bereaksi dengan menulis berbagai pendapat di kolom komentar, ratusan akun membagikan postingan itu dan ribuan akun menyukainya setelah 2 jam diposting.

Salah satu akun yang mengaku sebagai warga Tebo Selatan RT 08 RW 02 yang bernama Muhammad Nur Handika menyatakan setuju dengan kebijakan peraturan yang diberlakukan ketua RW 02 tersebut. Ia menilai bahwa Tatib tersebut sebagai antisipasi banyaknya warga ilegal yang terkontaminasi paham radikal HTI, ISIS dan sebagainya masuk di wilayah Tebo Selatan khususnya RW 02. Dia memposting ulang Tatib tersebut dan memberikan tanggapan persetujuannya.

Namun, postingan Muhammad Nur Handika ini menuai banyak kecaman warganet karena dia menyatakan :

“Pak Lurah / Camat pun gak bisa mengintervensi kebijakan Warga RW 02
Dan semua iuran yang masuk di awasi warga dan tetap transparan
Semua kebijakan yang tertulis sudah di setujui Warga RW 02

Baca juga  5 Tempat Terlarang di Dunia Meskipun Berada di Keramaian

Gak iso Korupsi masio 1 rupiah pun (Tidak bisa korupsi meski cuma 1 rupiah – Red)

Lek gak gelem melok aturan sing wes di kesepakati warga Yo nyingkriho opo maneh pendatang sing gak laporan nang RT” (Jika tidak mau mengikuti aturan yang sudah disepakati silahkan pergi apalagi pendatang yang tidak mau lapor ke RT – Red)

Pernyataan ini dinilai terlalu arogan karena pada dasarnya, warganet hanya menyoroti beberapa poin yang dinilai tidak masuk akal.

Warganet juga menyatakan bahwa RT dan RW masih berada di bawah naungan Kelurahan dan Kecamatan yang tentunya mempunyai kewenangan lebih tinggi.

Lurah Mulyorejo Syahrial Hamid menyatakan, tatib tersebut muncul dari musyawarah para ketua RT di lingkungan RW 02. Mereka menginginkan adanya sanksi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di dalam musyawarah tersebut, kemudian dibahas masalah yang berpotensi muncul dan terjadi di lingkungan RW 02. Tidak lupa mereka juga menetapkan denda atau hukuman untuk mengisi kas RW.

Baca juga  Muncul Sebelum Google, 4 Website Tertua Di Dunia

Syahrial mengaku telah memanggil Ketua RW tersebut sebelum kertas tatib itu menjadi viral di media sosial. Ia juga sudah memberikan instruksi untuk mengganti isi tatib tersebut.

Sebagai seorang Lurah di daerah Mulyorejo, Syahrial sangat menyayangkan lahirnya tatib itu. Selain jauh dari Perda yang dimiliki Pemkot Malang, tatib tersebut juga mengangkat nominal dari denda yang diberlakukan.

Viralnya tatib di Tebo Selatan ini juga menggegerkan Pemerintah Kota Malang. Karena dalam aturan hukum, iuran yang dibuat tidak pernah dicantumkan dalam Perda atau peraturan lain yang lebih tinggi.

“Sama sekali Perda Kota Malang tidak mengatur hal serupa,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto pada saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/7/2019).

Wasto menyatakan jika pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan kepada Kelurahan Mulyorejo untuk meminta keterangan lebih rinci.

(Visited 21 times, 1 visits today)