Thu. Aug 6th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

7 Mitos Ruang Angkasa yang Jangan Dipercaya

3 min read
Sharing is Caring

Alam semesta begitu luas dan hanya 1% saja yang baru kita jelajahi, 99% hal diluar Bumi masih menjadi misteri bagi kita. Meski demikian, 1% pengetahuan kita tentang ruang angkasa bisa jadi masih ada kesalahpahaman.

Berikut ini adalah 9 mitos tentang ruang angkasa yang jangan kalian percayai.

1. Matahari Terbakar

Hasil gambar untuk sun

Pada setiap ilustrasi mengenai matahari di berbagai media. Banyak orang mengira bahwa matahari seperti suatu objek yang terbakar. Akan tetapi kenyataannya, matahari adalah sebuah bola gas. Reaksi fusi nuklir yang terjadi di inti matahari menyebabkan efek pembakaran.

Setiap detiknya 700 juta ton hidrogen diubah menjadi 695 juta ton helium. Ketika hal ini terjadi, energi yang dihasilkan berbentuk sinar gamma lalu di konversikan menjadi cahaya seperti yang kita rasakan saat ini. Jadi matahari menghasilkan panas dan cahaya, tai tidak “terbakar” seperti yang kita pahami selama ini. Didalam sains, agar objek dianggap “terbakar” maka diperlukan oksigen.

2. Matahari hanyalah satu-satunya bintang yang memiliki planet

Hasil gambar untuk tata surya

Pernyataan ini memang kurang tepat. Para ahli percaya bahwa hampir semua bintang di galaksi bima sakti (milky way) memiliki sistem plenet mereka sendiri seperti halnya tata surya kita.

Baca juga  Tak Hanya Komputer, Inilah 5 Cara Mengejutkan Untuk Meretas Tubuh Manusia

Semua planet yang ditemukan diluar tata surya kita disebut exoplanet, para ilmuwan yakin bahwa keberadaan exoplanet turut mempengaruhi bentuk sebuah bintang.

3. Merkurius adalah planet terdekat dari matahari, jadi planet inilah yang paling panas

Hasil gambar untuk mercury sun

Sebenarnya jarak antara planet dengan matahari hanya memberikan sedikit pengaruh pada temperatur rata-rata permukaan planet. Planet terpanas sebenarnya adalah planet Venus, panas planet ini disebabkan atmosfernya. Sebagian besar unsur atmosfer Venus adalah karbon dioksida dan sedikit nitrogen yang menyebabkan Venus terlihat cukup tebal dan sebesar bumi. Panas permukaan Venus berkisar 462 derajat celcius.

Selain itu, panas pada permukaan planet Merkurius lebih bervariasi. Sisi planet Merkurius yang masih malam dapat mencapai suhu -173 derajat celcius dan sisi planet yang menghadap pada matahari mencapai suhu 427 derajat celcius. Merkurius hanya memiliki atmosfer yang tipis, karena itulah terjadi banyak variasi temperatur pada permukaan planet.

4. Manusia akan meledak di luar angkasa tanpa baju astronot mereka

Hasil gambar untuk human space

Ruang angkasa hampir tidak memiliki unsur apapun seperti oksigen, artinya seseorang tidak akan selamat di sana lebih dari semenit, tapi manusia tidak mungkin meledak. Badan manusia yang terkespos ke ruang angkasa akan membesar dan mengembang, terutama udara di paru-paru dan air di seluruh tubuh. Akan tetapi kulit manusia cukup kuat untuk hancur. Manusia yang terekspos di ruang angkasa akan meninggal karena sistem pernafasannya berhenti, akibat darah berhenti dan menggumpal dan menyumbat aliran pembuluh darah.

Baca juga  4 Mitos yang Salah Besar Tapi Masih Dipercaya

5. NASA menghabiskan jutaan dollar untuk membuat pena khusus ruang angkasa

Hasil gambar untuk nasa space pen

Mitos ini sangat populer di Internet. Orang-orang percaya bahwa NASA berusaha menciptakan pena untuk menulis di ruang angkasa, berbeda dengan astronot Uni Soviet yang dengan cerdasnya cukup menggunakan pensil. Tapi faktanya NASA juga menggunakan pensil, dan terdapat tulisan tangan yang membuktikannya. Pada tahun 1965, NASA memesan 34 pensil mekanik dari Houston’s Tycam Engineering Manufacturing Incorporated.

Lalu ada sebuah perusahaan independen bernama Fisher Pen Company. Yang mengembangkan pena khusus ruang angkasa dengan dana jutaan dollar. Kemudian, NASA dan Uni Soviet menggunakan pena anti gravitasin dari Fisher karena pena ini sangat baik ketika digunakan bertugas di ruang angkasa.

6. Di luar angkasa tidak ada gravitasi

Hasil gambar untuk no gravity at space

Gravitasi sebenarnya dianggap sebagai kekuatan paling penting didalam alam semesta dan tidak akan hilang walaupun astronout sudah meninggalkan bumi. Gravitasi sangat penting untuk segala hal, seperti menjaga orbit bulan terhadap bumi, dan menjaga bumi tetap mengorbit matahari.

Baca juga  13 Tahun Robot Ini Jelajahi Mars, Siapa yang Membersihkannya?

Ketika astronot pergi keluar angkasa, mereka sebenarnya merasakan “micro gravity.” Sesuai dengan namanya, gravitasi di ruang angkasa jauh lebih kecil, itulah mengapa para astronot yang berada di stasiun luar angkasa bisa melayang-layang seperti tidak ada berat akan tetapi mereka tetap jatuh ke bawah.

7. Lubang hitam menyedot segalanya

Hasil gambar untuk black hole

Para ahli berpendapat bahwa lubang hitam memiliki cara kerja yang sama dengan tumbuhan pemakan serangga venus dibandingkan dengan alat penyedot debu. Secara dasar mereka tidak menyedot apa saja yang ada didekatnya, akan tetapi lubang hitam malah diam saja tanpa aktivitas, tapi apabila ada sebuah bintang bergerak terlalu dekat, lubang hitam akan aktif. Jadi segala objek yang mendekat pada lubang hitam baru akan tersedot.

Itu dia beberapa mitos tentang ruang angkasa yang jangan mudah untuk dipercaya.

(Visited 101 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.