Mon. Sep 21st, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Pemimpin Libya Ini Membuat Pengawalnya Terkesima. Ternyata Ini Yang Dilakukannya. Haru!

2 min read
Sharing is Caring

Banyak suara sumbang ketika Presiden Libya Moammar Khadafy merilis kebijakan terkait pengawal kepresidenan, yang seluruhnya terdiri dari kaum wanita. Sebagian orang menuduh bahwa para wanita yang mengawalnya, itu punya tugas lain, yaitu sebagai harem atau selir bagi sang Singa Gurun Pasir. Walau begitu, para pengamat seakan menyatakan, kehadiran Khadafy di berbagai forum dunia selalu menyegarkan dengan kehadiran para pengawalnya.

Kecuali pengakuan yang sulit dibuktikan, penampilan Khadafy yang flamboyan memang dikesankan untuk mencitrakan penghormatan sang pemimpin, dan juga negara libya, kepada kaum wanita. Hal itu sekaligus juga untuk mengubah citra dunia tentang negara Islam, yang disinyalir menjadikan wanita sebagai warga kelas dua. Belakangan terungkap, preferensi Khadafy terhadap pengawal wanita, karena dia pernah diselamatkan oleh seorang pengawal wanita yang menjadikan dirinya sebagai tameng bagi sang Presiden dari serangan orang-orang yang menginginkan kematiannya.

Baca juga  Tak Mempan dengan Senjata Tajam, Pria Ini Tewas Setelah dihantam dengan Benda Ini

Setelah serangan Irak yang menjatuhkan rezim Saddam Hussein, Moammar Khadafy mengubah kebijakannya terhadap barat. Atas dorongan Saif, peraih gelar PhD dari London School of Wconomy, dia mulai menjalin hubungan dengan negara-negara Eropa dan Amerika. Pertemuannya dengan sejumlah pemimpin dari negeri barat, termasuk Hillary Clinton dan Barack Obama setidaknya mulai menurunkan tensi tekanan atas kepemimpinannya di Libya.

Khadafy hadir dalam Sidang di Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa, 23 September 2009. Seperti biasa, dia hadir dengan didampingi oleh para pengawal cantiknya. Dalam pidato yang dijadwalkan 15 menit tapi molor hingga satu jam, diselingi dengan aksi walk-out sejumlah perwakilan yang merasa tersinggung mendengar pidatonya. Dia merobek piagam PBB, menuntut negara barat membayar kompensasi kepada negara-negara barat atas kolonialisme di Afrika pada masa lalu, dan menyebut Dewan Keamanan mirip dengan Al-Qaeda. Dia belum bisa melepas sikap kontroversialnya.

Baca juga  8 Meme Ironi Media Sosial ini Bikin Kamu Mikir Keras

Di luar pidatonya, Khadafy teringat bahwa 23 September adalah hari ulang tahun salah satu pengawalnya, si cantik Rein Mansour Ovkani. Dia meminta staf Majelis Umum PBB yang mendampinginya untuk menyiapkan pesta ulang tahun buat sang pengawal. Sebuah kue ulang tahun besar, dinikmati bersama rombongan. Khadafy pun mengucapkan selamat ulang tahun dan membantunya memotong kue. Tentu saja ini jarang dilakukan pemimpin dunia lainnya, dan membuat haru sang pengawal. Hal-hal seperti ini lah yang membuat para pengawal Khadafy loyal dan tidak berkhianat.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.