Thu. Oct 29th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Kebaikan yang Bisa Mencelakakan. Kamu Harus Senantiasa Berhati-hati

2 min read
Sharing is Caring

Seorang pemuda sebut saja namanya Yono. Ia selalu menjaga tingkah lakunya agar menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Hal itu menjadikan dirinya terkenal dan dianggap sebagai orang yang terpercaya. Tetapi tanpa disadarinya, sikapnya agar menjadi teladan masyarakat itu hampir saja mencelakakan dirinya.

Suatu ketika ada seorang pedagang yang akan bepergian jauh. Ia mempunyai seorang anak perempuan sangat cantik yang sangat disayanginya, karena khawatir akan keselamatan anaknya itu jika diajak serta dalam perjalanannya, ia kemudian memutuskan menitipkan anaknya tersebut pada Yono. Ia beranggapan, dibawah pengawasan dan penjagaan Yono yang begitu baik, anak perempuan kesayangannya itu akan selamat hingga ia kembali lagi.

Tetapi namanya bersama-sama dengan wanita yang begitu rupawannya, sedikit demi sedikit muncul perasaan cinta pada diri Yono. Dalam pepatah Jawa dikatakan : Rasa cinta itu muncul karena sering bertemu dan bersama (Trisno jalaran saka kulino), hal inilah yang terjadi pada diri Yono. Terjadi pertentangan dalam jiwanya, antara menuruti gairah cinta yang muncul, atau menjaga nama baiknya yang telah dipupuknya selama ini. 

Baca juga  Pantesan Aris Pilih Hukuman Mati Ketimbang Kebiri, Penyebabnya Karena ini

Ketika pertentangan jiwanya makin memuncak, Yono mendatangi gurunya yang selama ini mengajarkannya segala perbuatan baik padanya. Namun guru dari Yono itu hanya berkata, “Pergilah kamu menghadap pria bernama Budi!!”

Berbeda dengan dirinya yang mempunyai nama harum dan terjaga, Budi justru sebaliknya, dimana ia mempunyai ‘cacat’ di masyarakat. Tetapi karena gurunya yang memerintahkan, Yono tetap berangkat menemui Budi. Orang-orang yang bertemu dengannya selalu mengucap salam penuh hormat dan menanyakan kepergiannya. Begitu dijawab kalau ia mencari Budi, mereka selalu berkata pada Yono, janganlah engkau mendekati Budi, karena ia orang yang sangat nista. Ia orang yang suka membuat kerusakan dan sangat buruk.

Walau mengucapkan terima kasih atas nasehat mereka itu, Yono tetap menuju rumah Budi. Tetapi ketika ia telah berdiri di pintu rumahnya, dan melihat Budi tengah duduk dengan seorang pemuda dengan sebotol minuman keras di meja, Yono berkata keras, “Apakah artinya tingkah lakumu ini??”

Baca juga  Masih Sendirian? Mungkin Kamu Belum Lakukan 9 Cara Ini

Yono lupa bahwa maksud kedatangannya adalah atas perintah gurunya, karena permasalahan yang tengah dihadapinya. Perasaannya sebagai teladan dan tokoh masyarakat langsung mengemuka ketika melihat ‘kemaksiatan’ di depan matanya. Tetapi Budi tetap tenang dan hanya memandangnya sesaat, kemudian berkata, “Sengaja aku memilih sikap yang seperti ini, sehingga orang-orang tidak akan pernah mengamanahkan anak-anak perempuan mereka yang cantik rupawan kepadaku!!”

Yono tersentak kaget, ia belum menceritakan apapun, dan tidak mungkin gurunya telah menceritakan keadaan jiwanya kepada Budi karena ia langsung berangkat setelah dari rumah gurunya itu. Sadarlah ia kalau Budi ini bukan orang sembarangan, hanya saja ia ‘menyembunyikan’ siapa sebenarnya dirinya dari masyarakat umum. Segera saja Yono meminta maaf, dan meminta nasehat lebih lanjut tentang permasalahannya. 

Baca juga  Anak 90-an, Mari Bernostalgia dengan Komik Petruk ‘Pocong Slebor’

Setelah pertemuannya dengan Budi tersebut, Yono tidak lagi menyibukkan diri menjaga nama baik dirinya. Tetapi ia lebih memfokuskan diri untuk melatih dan menjaga hawa nafsunya agar tidak terjebak dalam perangkap dan tipuan syaitan terkutuk, khususnya atas nama ketinggian perilaku dan kebaikan lainnya.

(Visited 325 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.