Sun. Sep 20th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Gang Dolly! Kehilangan Omzet Rp 45 Juta Per Bulan, Pria Ini Sukses Jadi Pengusaha Tempe

2 min read
Sharing is Caring

Setelah 5 tahun ditutup, kawasan Dolly yang disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tersebut, meninggalkan kisah tersendiri bagi orang-orang yang berkecimpung di dalamnya, salah satunya kisah dari Jarwo Susanto.

Sebelumnya Jarwo adalah salah satu pedagang warung kopi di eks lokalisasi Dolly, yang dalam sehari dari berjualan kopi, Jarwo bisa mengantongi keuntungan mulai Rp 500.000 hingga Rp 800.000 dan dalam sebulannya Dia bisa mendapatkan penghasilan Rp 45 juta hanya dengan membuka warung kopi.

Dianggap menjadi salah satu orang yang menolak penutupan Lokalisasi Dolly, membuat Jarwo menjadi buronan kepolisian dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Mengetahui hal itu, Jarwo memutuskan untuk minggat dari rumah dan kabur ke Benowo, Surabaya, kemudian ke Malang dan Sidoarjo. Hingga pada akhirnya saat kasusnya dilimpahkan ke pengadilan, nama Jarwo disebut tidak terbukti atau terlibat dalam kerusuhan. Jarwo yang saat itu bersembunyi di rumah saudaranya di Sidoarjo memberanikan diri untuk pulang ke rumah asalnya di kawasan Dolly.

Baca juga  4 Meninggal 69 Positif Corona di Indonesia, Dirjen WHO Prihatin Dunia Lamban Lawan Corona

Ternyata selama berada di Sidoarjo, Jarwo tak berdiam diri, Dia belajar membuat tempe dan dipraktikkan di rumahnya. Jika saat awal-awal memulai bisnis tempenya, Jarwo hanya menghasilkan 3 kilogram tempe per hari, kini Dia bisa menghasilkan 25 kilogram per hari, bahkan hingga go Internasional.

Jika sebelumnya Jarwo menjadi salah satu orang yang bergantung pada bisnis lokalisasi Dolly, setelah di tutupnya Dolly, Dia menjadi seorang pengusaha tempe yang bisa dikatakan sukses.

Jarwo juga mengisahkan saat pertama kali memulai bisnis tempenya, dimana saat itu ia memberi tempe hasil produksinya dengan nama Tempe Dolly. Tapi sayang tak banyak yang mau membeli tempenya, hingga kemudian Dia mengantinya dengan nama Tempe Bang Jarwo. Alasannya karena saat itu sinema kartun Adit Sopo Jarwo banyak ditonton warga.

Baca juga  Bukan Fiktif, 8 Binatang Ini Hidup di Bawah Laut

Tak disangka, setelah berganti nama, tempe buatan Jarwo mulai laris terlebih Tempe Bang Jarwo mudah diingat masyarakat.

Meski omzetnya tak seperti saat masih berjualan kopi, namun Jarwo mengaku bersyukur dengan omzetnya dari bisnis tempe yang mencapai Rp 10 juta sampai Rp 18 juta.

Ia juga mengaku bangga tempenya bisa go international. Apa yang sudah dicapainya saat ini, Jarwo berharap mampu mengangkat martabat warga Dolly menjadi lebih baik. Ungkap Jarwo yang pada 21 juli 2019 lalu mengelar open house bagi warga yang ingin belajar memproduksi tempe di rumah produksinya.

Bagaimana menurut Anda? Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.