Sat. Aug 8th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Ia Diejek Karena Nikahi Wanita Pincang. Satu Kalimat Dari Sang Istri Bikin Semua Terdiam

3 min read
Sharing is Caring

Pria ini bercerita. Empat tahun yang lalu, aku merintis usaha di bidang pakaian. Tapi karena buruknya manajemen, aku pun mengalami kerugian sekitar 300 juta rupiah. Aku merasa benar-benar terpuruk apalagi sebagian besar uang itu aku pinjam dari para kerabat dan teman-temanku. Aku menjadi tak bersemangat dan setiap hari hanya duduk termenung di rumah kontrakan.

Saat itulah, aku mengenal Anita (nama samaran) yang membawaku keluar dari masa-masa yang gelapku. Aku bersama Anita kembali menjalankan usaha itu. Dan tak disangka, berkat kerja keras usaha kami akhirnya mampu menghasilkan lebih dari 200 juta hanya dalam tempo dua tahun.

Penghasilan ini memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan gaji sebagian besar orang yang bekerja sebagai karyawan. Namun, sukacita kesuksesan telah meneguhkan tali cinta di antara kami.

Baca juga  5 Bocoran Film Spiderman: Far From Home. Nomer 2 Bikin Kamu Nyesek

Sampai akhirnya, pada saat awal tahun aku pun melamar Anita untuk menjadi istriku. Saat itu, sambil menitikkan air mata Anita berkata kepadaku, “Sayang, sudah lama aku menunggu hari yang membahagiakan ini. Jika kamu tidak memandang rendah padaku, aku akan mencintaimu sepanjang hayatku.”

Memang banyak orang tidak optimis saat mengetahui rencana pernikahan kami. Mereka berpikir kenapa pria yang berpotensi sepertiku tertarik dengan seorang wanita pincang? Bahkan sebelum menikah, banyak kerabat dan teman-teman berkata kepadaku, “Heran, apa yang membuatmu mencari wanita seperti itu untuk dijadikan istri? Pasti nanti hanya akan menjadi bebanmu. Kamu juga harus mempertimbangkan bagaimana perasaan orangtuamu!” kata mereka.

Aku pun hanya mengatakan kalau tidak ada alasan apa pun untuk mencintai seseorang. Cinta sejati itu tidak pernah bisa dijelaskan secara logika. Sampai akhirnya, terjadi satu hal di hari pernikahan yang membuatku semakin yakin dengan keputusanku.

Baca juga  Begini Wujud 6 Pemeran Superhero Cewek Saat Masih Remaja, Beda Banget!

Berawal, saat pembawa acara memintaku untuk bertukar cincin dengan istriku. Sejatinya, prosesi tukar cincin akan selalu diiringi dengan tepukan tangan meriah dari tamu undangan sebagai ungkapan keberkatan pada kedua mempelai. Namun saat itu, aku hanya mendengar suara bisikan dan tarikan napas panjang sebagai bentuk ungkapan kekecewaan.

Selanjutnya, kedua orangtuaku pun diminta naik ke podium untuk memberikan sambutan. Lantaran mungkin saking tegangnya, ibuku tanpa sengaja terjatuh. Melihat ibuku terjatuh, seketika istriku langsung berdiri dan berjalan terseok-seok ke sisi ibu, kemudian berlutut sambil memeluknya dan dengan panik ia bertanya kepada ibuku ”Ibu, tidak apa-apa kan!”

Menyaksikan pemandangan itu, pembawa acara tak tahan menitikkan airmata, dan undangan pun terdiam dalam keheningan. Istriku kemudian memapah ibu sambil berjalan selangkah demi selangkah ke tengah podium dan melalui microfon ia lalu berkata, “Para hadirin yang terhormat, aku harap kalian bisa maklum. Ibu mertuaku sudah tua, dan aku akan merawatnya nanti!

Baca juga  Unik Parah! Inspirasi Bak Mandi Minimalis Model Gentong

Beberapa patah kata yang biasa dan sederhana membuatku tiba-tiba menitikka airmata. Berkah bagiku bisa menikahi wanita seperti Anita untuk menjadi pendamping hidupku. Mereka yang pernah mengejek dan menertawakan pilihanku hanya bisa terdiam, merasa malu.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share. Terima kasih.

(Visited 25 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.