Thu. Aug 13th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Musik Bisa Ringankan Sakit yang Dialami Pasien Kanker

2 min read
Sharing is Caring

Sebuah studi di Taiwan menunjukkan mendengarkan musik di rumah dapat mengurangi rasa sakit dan kelelahan pada pasien kanker. Selain itu, gejala seperti sulit konsentrasi dan kehilangan nafsu untuk makan juga dapat diatasi dengan cara mendengarkan musik.

Pada saat studi tersebut para pasien yang menderita penyakit kanker payudara diberi sebuah tugas yaitu mendengarkan musik lima kali dalam seminggu selama 30 menit. Ternyata, hal itu dapat mengurangi rasa sakit penyakit kanker yang dialami selama kurang lebih 24 minggu.

Penelitian yang dilaporkan dalam European Journal of Cancer Care menjabarkan pasien mengatakan musik membantu kesejahteraan fisik dan psikologis mereka karena menjauhkan pikiran negatif tentang kanker.

Baca juga  Aura Kasih Hamil, Doyan Makan Beras Mentah Semangkuk!

“Melakukan terapi dengan musik ini sangat nyaman, mudah dipakai untuk orang – orang dengan kenyamanan dirumah masing – masing dan tidak mengikutsertakan prosedur yang invasif,” ucap Kuei-Ru Chou,sang penulis studi dari Taipei Medical University.

Semua peneliti mendaftarkan sebanyak 60 pasien kanker payudara dan menugaskan secara acak menikmati musik dirumah menggunakan mp3 yang sudah disediakan tim dengan pilihan musik parlor, klasik, musik ala Taiwan, Pop, dan sebagainya.

Para peneliti mendapatkan perbedaan saat para pasien belum menjalani operasi dan setelah 6, 12, dan 24 minggu setelah mendengarkan musik. Rata-rata dari hasil yang diberikan skor dari gejala keparahan pada kelompok terapi musik turun sekisar lima poin pada enam minggu penilaian, hampir sembilan poin setelah 24 minggu dan tujuh poin pada 12 minggu.

Baca juga  Ingat Dengan Band Laluna? Lama Tak Terdengar, Ternyata Begini Kabar Mereka Sekarang

“Berdasarkan hasil, terapi musik mungkin tidak menghilangkan kelelahan fisik dan mental jangka panjang. Dan studi di masa depan harus menggunakan langkah-langkah obyektif dari rasa sakit dan kelelahan, di samping langkah-langkah subjektif yang digunakan dalam penelitian ini,” sebut Chou.

Penulis berspekulasi bisa jadi mndengarkan musik mempromosikan endorfin, dopamin, dan serotonin di otak, zat-zat kimia tersebut dapat memicu kegembiraan dan emosi positif yang mengalihkan perhatian pasien dari emosi negatif.

Secara keseluruhan, peneliti menambahkan musik dapat memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, dan metabolisme juga, meredakan ketegangan otot dan rasa sakit.

Baca juga : Billie Eilish : ‘Industri musik ingin Anda menjadi produk’

Baca juga  Super Junior Menyambut Konser Super Show 7S memakai “Black Suit”
(Visited 11 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.