Mon. Oct 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Teori Konspirasi kalau Database Merupakan Propaganda Illuminati

3 min read
Sharing is Caring

Kalian termasuk orang yang percaya dengan teori-teori konspirasi tidak? Sudah tahu sendiri kan sudah banyak tersebar teori konspirasi yang ada di sekitar kita.

Salah satu yang paling sering disinggung adalah propaganda illuminati. Tak hanya di film saja, di musik, buku, hingga anime pun dianggap menjadi media illuminati.

Bahkan, ada yang berteori bahwa sistem database yang sering kita gunakan sehari-hari juga termasuk dalam propaganda illuminati!

Teori ini dikemukakan oleh Thomas Larock, seorang Head Geek di SolarWinds dan Microsoft Certified Master. Teorinya dipublikasikan melalui situs orangematter.solarwinds.com.

Ia menjabarkan beberapa teori yang menurutnya menjadi bukti nyata bahwa illuminati berusaha mengendalikan kita melalui berbagai macam melalui sistem database.

1. NULL

database-propaganda-illuminati-1
Sumber : Stack OverFlow

Yang pertama adalah NULL. Kalau kalian sudah akrab dengan yang namanya bahasa pemrograman, pasti sudah tidak asing lagi sama istilah satu ini.

Baca juga  5 Sistem Operasi Komputer Selain Windows

NULL digunakan untuk mewakili sesuatu yang tidak dikenali. Katanya, ini melambangkan pergerakan Illuminati yang pergerakannya tidak diketahui dan tersembunyi.

Para programmer database biasanya menganggap nilai NULL sebagai sebuah keharusan, sekaligus menerima kenyataan pahit bahwa mereka mau dikendalikan oleh sesuatu yang tidak dikenali.

2. Solid State Hard Drives (SSD)

Hasil gambar untuk solid state drive

Kalian sudah tahu apa itu SSD? Perangkat tersebut bisa digunakan untuk menyimpan data kita lebih cepat dan juga digunakan untuk keperluan database.

Menurut Thomas, SSD diciptakan oleh illuminati supaya bisa mengontrol aliran informasi kita, Apalagi, penggunaan SSD saat ini sedang populer karena kelebihannya.

SSD menjadi salah satu solusi apabila perangkat penyimpanan kita rusak, yang menurut Thomas hanya salah satu cara illuminati mengeruk keuntungan lebih besar.

Baca juga  Lebih Untung Mana, Pakai Listrik Pulsa Atau Meteran Lama?

3. Global Unique Identifiers (GUID)

Hasil gambar untuk Global Unique Identifiers

Tak hanya SSD yang katanya diciptakan oleh Illuminati, Global Unique Identifiers (GUID) pun juga dibuat oleh organisasi tersebut.

Sejatinya, GUID merupakan penanda unik berupa susunan angka yang bersifat acak. GUID banyak digunakan di sistem cloud dan database.

Menurut Thomas, GUID digunakan oleh kelompok Illuminati justru untuk melacak semua data di database seluruh dunia.

4. Virtualization

Hasil gambar untuk virtualization

Virtualization atau virtualisasi dalam dunia komputer adalah pembuatan versi virtual dari sebuah sumber daya yang bersifat fisik.

Mau data sebesar apapun, sekarang kita bisa membuat versi virtualnya berkat kemajuan teknologi. 

5. Big Data

Hasil gambar untuk Big data

Thomas mengatakan bahwa Big Data, Little Data, Dark Data, hingga Internet of Things merupakan kata-kata yang sengaja diciptakan oleh Illuminati.

Baca juga  Xiaomi-Redmi dan Samsung Selalu Bersaing Tak Mau Kalah!

Semua istilah tersebut diciptakan untuk mendorong kita agar merasa bahwa yang kita miliki saat ini tidaklah cukup sehingga harus melakukan upgrade dalam berbagai hal.

6. JSON

database-propaganda-illuminati-6
Sumber : Windward Studios

Beberapa tahun yang lalu, eXtensible Markup Languange (XML) cukup populer di kalangan programmer, termasuk yang bergelut di dunia database.

Kelompok Illuminati tidak menyukai hal ini karena XML menyediakan aturan untuk struktur data. Oleh karena itu, mereka membuat yang namanya JSON.

Berbeda dengan XML, JSON tidak akan mengizinkan data Anda memiliki skema tertentu. Anehnya, kini JSON dianggap lebih populer dibandingkan XML.

Itu dia beberapa teori konspirasi kalau database itu merupakan propaganda Illuminati.

Baca Juga : Film ini Memiliki Unsur Illuminati di dalamnya !

(Visited 53 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.