Mon. Sep 21st, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Tempat ini Menjadi Tempat Pembantaian Massal di Indonesia!

2 min read
Sharing is Caring

Pembantaian massal yang sering kita lihat di berbagai media ternyata terjadi juga di Indonesia sejak zaman penjajahan tersebar lokasi pembantaian massal yang dilakukan oleh para penjajah maupun para pemberontak di negara ini. Bagaimanakah dan dimanakah lokasi tersebut? berikut ulasannya.

Makam Juang Mandor, Pontianak

Pada masa penjajahan Jepang 1942 sampai 1945 salah satu daerah yang paling ditakuti adalah Kalimantan Barat, penduduk disana tidak mau menerima kedatangan Jepang begitu saja setelah Belanda mundur. Jepang mengambil paksa harta benda dan memperkosa anak gadis disana. Sultan dan para Cendikiawan di Kalimantan Barat pun berkumpul untuk membuat strategi mengusir Jepang dari tanah mereka namun rencana ini dibocorkan oleh warga yang berkhianat. Jepang mengetahui rencana tersebut dan menangkap Cendikiawan yang berkumpul termasuk Sultan Pontianak dan mereka dibawa ke desa Mandor, kab. Landak, Kalimantan Barat untuk dibantai. Desa Mandor dipilih karena waktu itu belum banyak penduduk yang tinggal disana dan area hutan masih luas, diperkirakan para bangsawan dan cendikiawan ini dibunuh dengan samurai kemudian ada juga yang mengatakan mulut mereka dimasukan selang dan diisi air hingga meninggal. Setelah membantai orang – orang penting ini Jepang tidak berhenti, Jepang mencari keluarga korban dan membunuhnya di lokasi yang sama. Dikabarkan ada 21.000 orang yang tewas dalam pembantaian ini. Peristiwa Genosida ini sukses membuat Kalimantan Barat kehilangan kaum intelektual selama tiga dasawarsa. Ketika Jepang menyerah dan meninggalkan Indonesia Sultan Hamid II yang selamat dari pembantaian ini menemukan tulang belulang korban pembantaian, Sultan ini selamat karena ketika Jepang menduduki Indonesia dia hijrah ke Belanda bersama istrinya yang berkebangsaan Belanda. Ia pun mengumpulkan tulang belulang ini dibantu tim ahli dari Australia dan penduduk setempat. Selama tiga bulan, tulang belulang tersebut akhirnya dimakamkan di sepuluh makam massal yang sengaja dibuat oleh Sultan namun setelah itu makam ini sedikit diabaikan dan setelah puluhan tahun akhirnya pemerintah daerah melakukan perbaikan bagi makam ini. Tanggal 22 Juni 1977 gubernur Kalimantan Barat meresmikan tempat ini sebagai makam Juang Mandor, Tanggal 22 Juni merupakan tanggal dimana kejadian itu terjadi dan sekarang ditetapkan sebagai hari bergabung di Kalimantan Barat.

Baca juga  Anak Kos Harus Tahu Nih 7 Ide Kreatif Dari Barang Bekas, Bisa Kamu Tiru Loh

Baca Juga : Tanpa Sadar, Pemuda ini Memelihara Lintah di dalam Tenggorokannya

(Visited 12 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.