Fri. Sep 18th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sisi Gelap Perusahaan Apple, Karyawannya Sampai Bunuh Diri!

3 min read
Sharing is Caring

Siapa yang belum mengenal dengan perusahaan Apple ini? Salah satu perusahaan teknologi terbesear ini sangat terkenal dengan produk gadgetnya yang canggih dan berkualitas.

Sebagai contoh adalah produk iPhone mereka yang banyak digemari oleh banyak pecinta gadget di seluruh dunia.

Hampir semua orang memberikan kesan positif terhadap produk-produk yang diluncurkan oleh perusahaan ternama dengan reputasi global ini.

Namun, di balik kesuksesan dan kepopulerannya ternyata ada beberapa sisi gelap dan mencekam dari perusahaan Apple yang nggak banyak diketahui oleh publik.

Berbicara tentang sisi gelap, kayanya kalian tidak akan percaya kalau ternyata Apple juga mempunyai sisi gelap yang bisa membuat kalian terkejut.

Berikut beberapa sisi gelap Perusahaan Apple.

1. Steve Jobs Lebih Memilih Apple daripada Amal

Hasil gambar untuk steve jobs

Setelah meninggalkan Apple pada tahun 1986, Steve Jobs sempat membuka yayasan amal yang beri nama dengan Steven P. Jobs.

Baru saja setahun lebih dibuka, Steve Jobs justru kembali lagi ke Apple pada tahun 1997 dan langsung menutup yayasan tersebut dan tak pernah membukanya kembali meskipun Apple telah meraih kesuksesan.

Dalam sebuah wawancara, seseorang yang pernah mengurus yayasan tersebut mengatakan kalau Steve Jobs tidak memiliki waktu untuk menjalankan yayasan amalnya.

Baca juga  Ternyata Bukan Xiaomi! Inilah Raja HP China Yang Bisa Geser Apple

Sementara, menurut beberapa sumber mengatakan bahwa semenjak kekayaan Jobs meningkat dan kesehatannya mulai menurun, ia lebih memilih fokus pada pengembangan Apple daripada yayasan amalnya.

2. Masalah Hukum dengan Banyak Pihak

Hasil gambar untuk Apple qualcomm report

Kalau kalian berpikir kalau perusahaan Apple tidak pernah terjangkit dengan hukum, kalian salah.

Apple bahkan sering tersangkut dengan masalah hukum dari berbagai pihak.

Seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu, di mana Apple berseteru dengan Qualcomm mengenai hak paten chipset yang akhirnya berujung pada pelarangan impor beberapa jenis iPhone.

Tak cuma itu saja, Apple juga pernah bermasalah dengan beberapa pihak lain seperti Spotify dan Samsung.

Pertikaian antara Apple dengan Samsung sendiri sudah berlangsung selama tujuh tahun dan kasusnya berhenti pada akhir Mei lalu.

Pertikaian tersebut dipicu oleh Apple yang menganggap Samsung telah meniru desain-desain produk mereka yang jelas melanggar hak paten.

Sementara dengan Spotify, Apple dianggap telah memonopoli pasar layanan streaming musik dengan menetapkan tarif diskriminatif.

Tarif diskriminatif tersebut berupa pajak sebesar 30% untuk setiap pemasangan aplikasi Spotify yang dilakukan melalui sistem In-App-Purchase (IAP).

3. Para Staff Sering Mendapat Kekerasan Verbal

Hasil gambar untuk Kekerasan verbal pada karyawan

Di balik wajah yang ramah Steve Jobs, ternyata CEO perusahaan teknologi ini memiliki reputasi sebagai tiran di perusahaan miliknya itu.

Baca juga  Teori Konspirasi kalau Database Merupakan Propaganda Illuminati

Hal itu terlihat sesaat setelah peluncuran sebuah sistem email yang menyediakan fitur sinkronisasi bernama MobileMe yang telah membuatnya sangat kecewa.

Saat itu Steve Jobs diketahui menghina seluruh tim yang bertanggung jawab di depan publik selama kurang lebih setengah jam yang berakhir pada penggantian ketua tim.

4. Mengancam dan Mengintimidasi untuk Membungkam Media

Hasil gambar untuk nick ciarelli apple

Di bawah aturan Steve Jobs, tim hukum perusahaan Apple dikenal sebagai pengintimidasi para awak media.

Salah satu kasus intimidasi tersebut terjadi pada tahun 2005, di mana Apple mengajukan gugatan perdata kepada Nick Ciarelli.

Hal itu terjadi setelah blogger berumur 19 tersebut kedapatan mengumumkan perangkat Mac Mini ke publik sebelum perilisan resminya.

Pertikaian tersebut baru berakhir setelah Ciarelli menyetujui dorongan dari pihak Apple untuk menutup blog miliknya selamanya.

5. Mempekerjakan Anak di Bawah Umur

Hasil gambar untuk foxconn worker

Siapa yang menyangka kalau perusahaan dengan reputasi global seperti Apple ternyata mempekerjakan anak yang masih di bawah umur.

Menurut sebuah laporan pada tahun 2010, pabrik perusahaan Apple yang beroperasi di China diketahui telah mempekerjakan anak-anak yang masih berumur 16 tahun.

Baca juga  Buruan Beli Sebelum Kehabisan, Akhirnya Xiaomi Kembali Turunkan Harga HP Canggih Ini

Bahkan di tahun 2011, kondisi ini justru malah bertambah buruk . Hal itu terjadi ketika para karyawannya dipaksa untuk bekerja dengan jam kerja yang sangat ekstrim.

Selain itu di beberapa pabrik Apple juga ketahuan tidak mematuhi aturan kesehatan dan keselamatan untuk para karyawannya.

6. Banyak Karyawannya yang Bunuh Diri

Hasil gambar untuk foxconn worker suicide

Kesuksesan Apple sekarang ini tak lepas dari kerja keras para buruh pabrik komponen elektronika, Foxconn yang merakit iPhone mereka.

Sayangnya, mereka tidak memperdulikan dengan kondisi kesehatan, kenyamanan, dan keamanan para buruhnya.

Hal itu terbukti ketika pada tahun 2010 lalu sebanyak 18 orang pekerja Foxconn berusaha melakukan bunuh diri dan hanya 4 orang yang berhasil diselamatkan.

Beberapa mantan pekerja dari Foxconn mengatakan bahwa situasi kerja di pabrik tersebut sangat mirip dengan perbudakan.

Yang lebih mengejutkan, Foxconn justru merespon kejadian tersebut dengan cara memecat para pekerjanya yang dianggap lemah dan memaksa pekerja lainnya bersumpah untuk tidak bunuh diri.

Itulah beberapa sisi gelap dari perusahaan Apple yang jarang diketahui banyak orang didunia.

Baca Juga : 5 Perusahaan Teknologi Tersukses dan Terkaya di Dunia

(Visited 49 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.