Wed. Jul 8th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Hal Buruk yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiaomi

4 min read
Sharing is Caring

Siapa disini yang belum mengenal brand Xiaomi? Pasti tidak ada kan?

Xiaomi merupakan perusahaan teknologi berasal dari china yang memiliki spesialisasi dalam alat-alat elektronik terutama smartphone.

Kalau di Indonesia, mungkin orang-orang mengira Xiaomi merupakan produsen smartphone, akan tetapi, banyak sekali produk Xiaomi lainnya selain smartphone.

Mulai dari blender, rice cooker, speaker portable, laptop, TV sampai pulpen. ,itulah produk Xiaomi yang ada di pasaran.

Dengan nilai perusahaan yang mencapai lebih dari 46 Miliar USD, Xiaomi sekarang memiliki lebih dari 15.000 karyawan yang berasal dari China, Malaysia, Singapura, India, Filipina, bahkan Indonesia.

Roda selalu berputar. Ada waktunya di atas, dan ada waktunya di bawah. Di tengah-tengah kesuksesan Xiaomi yang meningkat, terdapat skandal dan kejadian buruk yang pernah menimpa.

Apa saja kejadian buruk yang pernah menimpa Xiaomi?

1. Hampir Bangkrut

Hasil gambar untuk bankrupt

Pada tahun 2016, Xiaomi hampir mengalami kebangkrutan karena penjualan smartphone yang menurun drastis. Smartphone Xiaomi yang terjual pada tahun 2016 hanya berkisar 41 juta unit.

Padahal, di tahun sebelumnya yaitu tahun 2015, smartphone Xiaomi terjual sampai 70 juta unit. Hanya kurun waktu setahun, penjualan smartphone Xiaomi menurun drastis sampai hingga cuma setengahnya.

Menurut Lei Jun, CEO Xiaomi, penjualan yang menurun ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah rantai suplai yang buruk.

Rantai suplai yang buruk dapat mempengaruhi distribusi smartphone Xiaomi yang saat itu sedang populer-populernya. Permintaan yang besar tidak diikuti oleh suplai yang juga besar.

Baca juga  5 Smartphone 1 Jutaan dengan RAM 4 GB Sudah Bukan Lagi Impian Yuk Simak

Selain rantai suplai yang buruk, masalah terbesar Xiaomi lainnya adalah besarnya ketergantungan Xiaomi terhadap penjualan online.

Penjualan online hanya dapat menjangkau konsumen yang berada di perkotaan saja. Xiaomi tidak dapat menjangkau konsumen yang berada di daerah-daerah kecil dan terpencil.

Rival Xiaomi sesama HP China, seperti Huawei, Oppo, dan Vivo berhasil melahap pasar-pasar kecil yang tidak terjangkau oleh Xiaomi. Para rival Xiaomi tersebut membangun kemitraan dengan toko-toko handphone offline di banyak daerah.

Hal tersebut membuat penjualan smartphone Xiaomi turun dan hampir bangkrut. Meskipun begitu, Xiaomi kini telah berhasil bangkit dan menjadi perusahaan smartphone paling laris nomor tiga di dunia.

2. Keluarnya Hugo Barra

Hasil gambar untuk Hugo barra

Kalau kalian sekarang sedang menggunakan smartphone Xiaomi, berterimakasihlah kepada orang satu ini. Hugo Barra merupakan mantan wakil presiden Xiaomi Global yang berjasa memperkenalkan produk Xiaomi ke global.

Hugo Barra merupakan mantan wakil presiden Google yang membuat keputusan mengejutkan dengan resign dari Google pada pertengahan tahun 2013.

Keputusan ini dianggap aneh bagi sebagian orang. Hugo Barra rela meninggalkan posisinya yang tinggi di salah satu perusahaan terbesar di dunia untuk bergabung dengan Xiaomi.

Pada tahun 2013, Xiaomi masih belum menjadi perusahaan global seperti sekarang. Xiaomi masih merupakan sebuah perusahaan yang sedang berkembang.

Berkat kepemimpinan Hugo, penjualan Xiaomi yang awalnya hanya sebatas untuk warga China, dapat berkembang dan dijual di seluruh dunia.

Bahkan pada tahun 2016, pendapatan Xiaomi di India saja, mencapai lebih dari 1 Miliar USD.

Baca juga  Google Mengusulkan Perubahan yang Dapat Membunuh Pemblokir Iklan Di Chrome

Namun pada tahun 2017, Hugo Barra mengumumkan pengunduran dirinya dari Xiaomi. Masalah kesehatannya yang menurun akibat polusi udara di China yang menjadi salah satu alasannya untuk resign. Ia juga merindukan kampung halaman di mana teman-teman dan keluarganya berada.

Hugo Barra kembali ke tempat asalnya, Silicon Valley, Amerika Serikat, untuk bergabung dengan Facebook yang sedang menggarap proyek Virtual Reality.

Penjualan yang turun drastis serta kepergian Hugo Barra merupakan tragedi buruk yang pernah menimpa perusahaan Xiaomi sepanjang tahun 2016 sampai pada tahun 2017.

3. Kasus Baterai Meledak

Hasil gambar untuk Smartphone exploded

Baterai smartphone yang semakin besar dan dapat diisi ulang dengan cepat merupakan salah satu inovasi penting smartphone pada saat ini.

Namun, tidak selalu inovasi berakhir dengan baik. Masih ingat dengan insiden Samsung Galaxy Note 7 yang meledak? Xiaomi pun juga pernah mengalaminya.

Pada tahun 2018, kasus meledaknya baterai smartphone Xiaomi dengan seri Mi A1 sempat ramai diperbincangkan di internet. Sebenarnya, ini bukanlah kejadian pertama yang terjadi kepada smartphone Xiaomi.

Kasus baterai meledak sebenarnya sudah berkali-kali terjadi kepada Xiaomi seri-seri lain di China, namun dirahasiakan oleh perusahaan agar berita tidak sampai ke konsumen global.

Mi A1 yang meledak itu terjadi ketika pemilik sedang tidur. Sebelum tidur, ia sedang men-charger baterainya agar ketika ia bangun, baterai sudah penuh kembali.

Namun, baterai mendadak panas dan mengeluarkan percikan api kemudian terbakar. Untungnya, smartphone tersebut menggunakan casing pelindung yang mencegah api menyebar kemana-mana.

Baca juga  Ponsel Samsung Mulai Berjaya, Berkat Ponsel Satu Ini

Pemilik smartphone tersebut dikabarkan tidak terluka akibat kejadian tersebut.

4. Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Hasil gambar untuk pelanggaran hak cipta

Negara China memang dikenal akan produk-produk tiruan luar negeri. Maka tidak heran kalau ada perusahaan China yang dituntut dalam kasus pelanggaran hak cipta.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan smartphone dari China bernama Coolpad menuntut 3 anak perusahaan Xiaomi yaitu, Xiaomi Telecom Technology Co Ltd, Xiaomi Technology Co Ltd, dan Xiaomi Factory Co Ltd.

Tuntutan hukum ini didasari oleh Xiaomi yang dinilai Coolpad menggunakan teknologi yang telah dipatenkan Coolpad di dalam smartphone Xiaomi tanpa izin dari Coolpad.

Menurut Coolpad, Xiaomi melanggar hak cipta terkait manajemen ikon, notifikasi, sistem user interface dan desain dual SIM Card yang dipakai tanpa persetujuan Coolpad.

Dalam tuntutannya, Coolpad meminta pengadilan untuk membuat Xiaomi memberhentikan penjualan Redmi Note 5, Redmi 5 Plus dan juga Mi Mix 2.

Parahnya lagi, tuntutan itu diajukan Coolpad pada saat Xiaomi sedang mempersiapkan untuk menjual saham mereka kepada publik atau IPO (Initial Public Offering) di Bursa Saham Hongkong.

Dalam IPO tersebut, Xiaomi berharap mampu menjual sahamnya kepada publik untuk menjadikan valuasi perusahaan Xiaomi menjadi 100 miliar USD.

Banyak yang bertanya mengapa Coolpad baru menuntut ketika Xiaomi sedang mempersiapkan diri dalam IPO. Xiaomi memiliki pikiran bahwa Coolpad tidak ingin Xiaomi menjadi lebih sukses dari mereka.

Itulah Kejadian Buruk yang pernah menimpa Perusahaan Xiaomi.

Baca Juga :

(Visited 14 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.