Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Secara Diam, Google Melacak Aktivitas Belanja Pengguna

3 min read
Sharing is Caring

Diam-diam google ternyata telah melacak seluruh aktivitas belanja online para pengguna yang memakainya.

Hal ini telah dilacak Google melalui email dari bon pembelian yang telah dikirimkan ke akun Gmail oleh pengguna.

Yang parahnya lagi, informasi belanja ini juga bisa untuk melacak non-pengguna Gmail melalui web pribadi yang selalu aktif terus.

Contohnya, saat pengguna membuat akun Gmail sejak tahun 2010 lalu, segala riwayat untuk pembelian pengguna ini sudah dilacak oleh Google sejak tahun tersebut.

Hasil gambar untuk gambar google chrome
techrepublic.com

Hal ini juga sudah termasuk dengan pembelian melewati Apple Store yang ditautkan ke akun Gmail pada sejak awal.

Dilain itu juga, transaksi pada dunia nyata yang dilakukan menggunakan kartu kredit juga akan terlacak. Dikarenakan, ada penyedia pada perangkat lunak yang mengikatkan kartu kredit pengguna ke akun email.

Baca juga  Google Stadia bakal Rilis November 2019, Berapa Harganya?

“Supaya membantu pengguna lebih mudah untuk melihat, melacak pembelian, pemesanan, dan juga langganan mereka di satu tempat, kami juga telah merancang tujuan pribadi yang dapat juga dilihat oleh para penggunanya,” ucap Google, dikutip The Verge, Rabu (22/5/2019).

Meskipun dilacak oleh perusahaan, Google berkilah bahwa pengguna juga bisa menghapus informasi kapan saja.

“Kami terlebihnya tidak akan memakai informasi apapun dari Gmail pengguna untuk menawarkan iklan kepada pengguna, termasuk juga tanda terima, dan konfirmasi email yang munculkan di halaman pembelian,” ucap Google.

Google tidak juga menjawab, berapa lama alat ini telah aktif.

Google Tak Pakai Data untuk Iklan Tertarget

Perkiraan CNBC, perusahaan ini berbicara tidak akan menggunakan informasi yang mereka dapatkan untuk kebutuhan pelacakan iklan. Hal ini juga yang, dikatakan oleh Google pada 2017.

Baca juga  Nexstgo Luncurkan Laptop 2-in-1 Avita Magus

Google mengatakan, mereka juga akan berhenti untuk menggunakan data yang disatukan dari pesan Gmail untuk personalisasi iklan.

Pengguna juga bisa menghapus pada informasi dari halaman web pembelian ini, tetapi juga pengguna harus melakukan secara individual untuk setiap transaksi yang akan dicatat.

Gambar terkait
kompasiana.com

Seperti halnya dengan Facebook, Google juga memiliki banyak data pribadi juga keseharian pribadi sang pengguna, serta apa saja yang dibeli oleh pengguna.

Seperti contoh jejaring sosial yang mengutamakan industri pada periklanan online, juga mendapat informasi ini beberapa dari pengumpulan data memakai metode dan tools yang tidak disadari oleh pengguna, salah satunya adalah tagihan pembelian yang telah masuk ke Gmail.

Baca juga  Terbongkar! Alasan Xiaomi Sering jadi Produsen HP Ghaib

Ini berlaku juga akan untuk alat-alat web contoh Gmail dan asisten pintar yang dimiliki oleh Google yang selama ini memakai kecerdasan buatan.

Iklan Tertarget

Hasil gambar untuk iklan google
blog.xendit.co

Data yang telah dikumpulkan Google melewati berbagai macam, cara ini tidak akan diketahui oleh pengguna, pengguna juga tidak memiliki setting akan data tersebut.

Selanjutnya, Google akan manarget iklan, sebuah divisi dari sebuah bisnisnya yang menjadikan Google jadi perusahaan paling berharga di dunia.

Pichai juga mengatakan, “privasi bukan sebuah barang mewah”. Ia juga akan berjanji untuk mengembalikan semula citra Google sebagai pihak yang sangat peduli dengan akses inklusif yang sangat luas ke alat privasi yang sudah diberi pengguna lebih banyak kontrol dan juga memberikan lebih banyak transparansi.

Bahkan, di waktu pengumuman I/O, Google memberikan informasi kebijakan privasi baru kepada perangkat smart home mereka yang dari mereka.

Karena perangkat ini juga berisi mikrofon dan kamera yang dibuat untuk dipasang dalam rumah pengguna.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.