Mon. Sep 21st, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Atlet Esports yang Ketahuan Melakukan Kecurangan pada Saat Tournament

4 min read
Sharing is Caring

Sekarang ini atlet Esports sudah menjadi sebuah profesi yang diminati oleh banyak kalangan. Penghasilan yang didapat pun sangat menguntungkan terutama kalau setelah memenangi kompetisi. Menjadi atlet Esports tentu butuh banyak pengorbanan.

Menjadi atlet Esports bukan berarti akan melakukan kecurangan seperti contoh para atlet Esports di bawah ini yang tertangkap basah menggunakan cheat saat sedang dalam turnamen resmi. Tentu saja perbuatan ini tidak baik karena menggunakan cara yang tidak benar untuk mendapatkan kemenangan dan bermain tidak sportif. Dibawah ini ada 5 atlet Esports yang tertangkap basah melakukan kecurangan di ajang turnamen profesional.

*Menggunakan cheat atau melakukan kecurangan yang melibatkan para pemain video game yang menggunakan metode di luar kewajaran demi menciptakan keuntungan dan juga kerugian dari alur permainan pada umumnya.

  • Nikhil “Forsaken” Kumawat – Optic India (CS:GO)
Hasil gambar untuk Nikhil Forsaken

Kasus ini termasuk kasus Cheating yang paling booming, Optic India salah satu tim yang berlaga dalam kompetisi eXTREMESLAND Asia 2018. Salah satu personilnya, Nikhil ‘Forsaken” Kumawat, tertangkap basah menggunakan script aimbot pada saat pertandingan berlangsung. Hal ini bisa membuatnya melakukan akurasi tembakan yang sempurna dalam game FPS CS:GO.

Setelah diperiksa oleh panitia, ditemukan cheat aimbot berbentuk file word. Forsaken sempat menghapus bukti yang ada namun panitia mempunyai bukti visual yang telah didapatkan dan juga file cheat yang telah dihapus berhasil di restore.

Baca juga  5 Fakta Seru Tekken, Salah Satu Game Fighting Terpopuler Sepanjang Masa

Akibat inilah yang menyebabkan Forsaken dilarang bermain dalam pertandingan resmi manapun seumur hidupnya dan Tim OpTic India didiskualifikasi. Dan ternyata ini bukan pertama kalinya forsaken melakukan cheat. Dia juga pernah melakukannya pada tahun 2017 yang membuatnya dilarang bermain selama 6 bulan.

Melalui Cuitan twitter resmi OpTic India langsung membuat pernyataan resmi setelah kejadian tersebut, dan Forsaken pun langsung dikeluarkan dari tim dan disuruh mencari tim lain yang mau menerima keberadaannya.


  • AtuuN – Thunder Predator (DOTA 2)

Kasus cheat atau kecurangan juga pernah terjadi di game sebesar DOTA 2 apalagi terjadi di turnament super besar The International 2018 yang berhadiah total USD 15 juta atau setara Rp 214 miliar. Thunder Predator adalah tim DOTA 2 berasal dari negara Peru.

Pada ajang The International 2018 tim ini terpaksa harus didiskualifikasi karena salah satu membernya menggunakan cheat. AtuuN adalah member yang akhirnya tertangkap basah menggunakan program makro di mousenya.

Saat itu AtuuN memakai hero Meepo, lalu dengan bantuan program makro ini AtuuN sangat diuntungkan. Dengan penggunaan program makro ini dia tidak perlu lagi menekan tombol yang banyak saat mengontrol skill ultimate Meepo. Dengan menekan satu tombol makro yang dia buat itu, Meepo dengan cepat bisa berteleportasi lalu mengeluarkan damage langsung ke lawan.

  • Hovik “KQLY”Tovmassian – Titan (CS:GO)
Baca juga  Biar Gak Kalah Sama Hero Baru, Inilah Build Item Defense Terbaik untuk Tigreal di Mobile Legends
Hasil gambar untuk Hovik “KQLY”Tovmassian – Titan (CS:GO)

Dalam game FPS seperti CS:GO  ini akurasi tembakan sangatlah penting, butuh latihan yang cukup untuk memiliki ketepatan akurasi tinggi seperti para atlet yang sudah menguasai. Dalam game CS:GO ini selain karena skill ada juga cheat tertentu untuk meningkatkan akurasi tembakan yaitu aimbot.

Dengan aimbot, kamu bisa menembak dimana saja dan peluru akan langsung otomatis karah lawan dan tewas. Tentu menggunakan cheat dalam permainan biasa saja tidak diperbolehkan apalagi seperti kasus KQLY yang menggunakan cheat pada saat turnamen ini.

KQYL adalah salah satu player CS:GO yang pernah ketahuan melakukan kecurangan saat menjalani turnamen pada tahun 2014 dengan kompetisi DreamHack. Dia menggunakan program aimbot yang membuatnya di banned, karena ulahnya KQLY langsung dikeluarkan dari Tim Titan dan tim Titan didiskualifikasi dari turnamen tersebut.

  • Stephane “Shaiiko” Lebleu – beGenius (Rainbow Six:Siege)
Baca juga  Bahaya Gamers, Inilah 5 Kasus Pembunuhan Akibat Video Game
Hasil gambar untuk Stephane “Shaiiko” Lebleu – beGenius (Rainbow Six:Siege)

Sama Seperti AtuuN, Shaiiko tidak menggunakan program cheat melainkan menggunakan macro di mouse yang membuatnya permainannya jadi lebih mudah dari biasanya. Shaiiko merupakan atlet esports asal Perancis dari game Rainbow Six: Siege yang tertangkap basah melakukan kecurangan pada saat sedang turnamen Pro League melawan tim PENTA Sports.

Dalam game Rainbow Six: Siege penggunaan macro sangatla dilarang, macro yang digunakan Shaiiko dapat menahan recoil senjata jadi akan membuatnya mudah menembak dan mengenai lawannya. Akibatnya Shaiiko di banned dari event ESL selama 2 tahun.

  • Woong – Azubu Frost (League of Legends)
Gambar terkait

Kejadian ini terjadi pada saat playoff kompetisi League of Legends Season 2  World Championship pada tahun 2012 yang pada saat itu mempertemukan antara 2 tim yaitu Azubu Frost dan TSM.

Tim TSM Chaox mencurigai salah satu anggota Azubu Frost, Woong, ketauhan beberapa kali mengintip layar besar atau mirroring pada saat jeda untuk mengetahui posisi musuh.

Akibat ulahnya ini membuatnya dilaporkan kepada panitia dan terkena sanksi denda sebesar USD 30 ribu atau setara dengan Rp 429 juta. Uniknya karena kecurangan ini Azubu Frost tetap menang dan berhasil lolos ke babak selanjutnya. Itulah beberapa atlet esports yang pernah ketahuan melakukan kecurangan dan tidak sportif pada saat turnamen maupun saat melakukan livestreaming. Dan dari semua tindakan tersebut langsung dilakukan penindakan keras. Jangan sampai haus kemenangan atau dapat uang jangan melakukan segala cara ya, apalagi melakukan kecurangan.

(Visited 77 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.